jump to navigation

Asal Mula Gelar Kebangsawanan Palembang Darussalam (1) May 27, 2010

Posted by anandakemas in Sejarah Palembang Darussalam.
Tags:
trackback

Masyarakat Indonesia pada umumnya mengenal berbagai macam gelar kebangsawanan yang diwarisi turun temurun semenjak zaman Indonesia masih berbentuk kerajaan.Beberapa diantaranya adalah gelar yang saat ini masih digunakan oleh para keturunan priyai dari Palembang Darussalam.

Adapun sistem pewarisannya menganut garis patrilineal (ayah/laki-laki). Artinya gelar tersebut hanya boleh diwarisi seseorang jika ayahnya merupakan keturunan dari si pemegang gelar tersebut.

Gelar-gelar yang dipakai adalah sebagai berikut:

•Raden disingkat (R) gelar laki-laki dan Raden Ayu (R.A) gelar wanita.

•Masagus disingkat (Mgs) gelar laki-laki dan Masayu (Msy) gelar wanita.

•Kemas disingkat (Kms) gelar laki-laki dan Nyimas (Nys) gelar wanita.

•Kiagus disingkat (Kgs) gelar laki-laki dan Nyayu (Nya) gelar wanita.

Ditinjau dari beberapa teori-teori yang telah berkembang, maka akan timbul pertanyaan, Sejak Kapan adanya gelar-gelar kebangsawanan Palembang? Siapa yang mempeloporinya? Bagaimana sistem kekerabatannya?

Asal-usul Pemakaian Gelar Palembang

Dari beberapa temuan silsilah serta catatan mengenai sejarah Palembang, maka dapat dilihat bahwa gelar kebangsawan Palembang telah ada sejak masa awal terbentuknya Kerajaan Palembang yang dipakai oleh para Priyai-priyai yang sebagian berasal berasal dari tanah Jawa.

Pada masa awal Kerajaan Palembang, gelar yang dipakai pertama kali adalah Kyai Gede disingkat (Ki Gede). Dalam struktur masyarakat Jawa, gelar Kyai (Ki) adalah gelar kehormatan yang diberikan kepada seseorang yang dianggap bijak atau memiliki asal usul keningratan. Sedangkan untuk perempuan gelarnya adalah Nyai (Nyi). Gede/Ageng artinya Besar atau Agung. Jadi sebutan Kyai Gede memiliki arti bahwa beliau merupakan seorang pemimpin masyarakat dan termasuk ke dalam golongan elit bangsawan.

Gelar ini digunakan oleh Ki Gede Ing Suro bin Pangeran Sedo Ing Lautan beserta saudaranya Ki Gede Ing Ilir. Mereka inilah peletak dasar pertama sistem kerajaan Islam Palembang. Sepeninggalnya Ki Gede Ing Suro, tahta kerajaan jatuh kepada keponakannya yang bernama Kemas Anom Dipati Jamaluddin bin Ki Gede Ing Ilir. Pemberian nama Kemas/Ki Mas/Kyai Mas di mulai pada masa ini. Mas berarti Yang Mulia. Seluruh putra-putri Kemas Anom Dipati Jamaluddin diberi nama sesuai dengan nama orang tuanya. Namun ketika Kemas Anom Dipati Jamaluddin naik tahta ia masih diberi gelar mengikuti gelar pamannya yaitu Ki Gede Ing Suro (Mudo) untuk menghormati pamannya tersebut. Inilah masa terakhir digunakannya gelar Ki Gede sebagai gelar pembesar kerajaan.

Kemudian setelah itu Ki Gede Ing Suro (Mudo) atau Kemas Anom Dipati Jamaluddin mewariskan tahta kerajaan kepada putranya yang bernama Kemas Dipati. Namun gelar Kemas untuk penguasa kerajaan Palembang ini pun tidak bertahan terlalu lama. Ketika Palembang mulai berada dibawah kekuasaan Kesultanan Mataram, gelar yang digunakan oleh pewaris tahta kerajaan adalah gelar Pangeran. Gelar Pangeran berarti yang memerintah. Gelar ini diberikan kepada anak laki-laki dari Raja. Tetapi gelar ini tidak otomatis, artinya gelar hanya diberikan atas perkenan Raja. Oleh karena itu gelar ini sering juga diberikan raja kepada orang yang dikehendakinya. Sementara putra-putra raja yang lain masih tetap diberikan gelar Kemas.

Perlu menjadi catatan, bahwa pada masa itu tradisi pemakaian gelar berdasarkan sistem “Bilateral” yaitu sistem kekerabatan yang memakai salah satu dari dua garis keturunan dari Bapak/Ibu (garis Laki-laki/Wanita) tradisi dan Budaya Jawa.

Perubahan gelar penguasa dan keturunan palembang mulai terjadi dimasa kekuasaan Pangeran Ratu Jamaluddin Mangkurat V (Sedo Ing Pasarean) bin Tumenggung Manco Negaro. Sebagai keturunan dari penguasa Jawa, yaitu Prabu Satmata Muhammad ‘Ainul Yaqin (Sunan Giri/Raden Paku) ia mulai menggunakan pemberian gelar Raden dan Raden Ayu kepada sebagian putra-putrinya. Apalagi ditunjang pernikahannya dengan keturunan Panembahan Kalinyamat yang masih memiliki hubungan kerabat dengan Kesultanan Mataram. Meskipun begitu, sebagian putra-putrinya yang lain masih diberikan gelar Kemas maupun Masayu.

Puncaknya perubahan gelar dan struktur kerajaan Palembang terjadi dimasa kekuasaan Pangeran Ario Kesumo Abdurrohim (Kemas Hindi). Karena merasa bahwa dukungan dari Kesultanan Mataram sudah mulai berkurang dalam menghadapi serbuan kerajaan lain, maka beliau mengambil keputusan untuk memisahkan diri dari kekuasaan Kesultanan Mataram serta memproklamirkan berdirinya Kesultanan Palembang Darussalam dengan gelar Sultan. Lalu kepada anak-anaknya beliau memberikan gelar Raden dan Raden Ayu. Sedangkan untuk Putra Mahkota gelar yang Tertinggi adalah Pangeran Ratu (Biasanya anak laki-laki tertua dari Sultan). Namun demikian pernah terjadi Sultan memberi gelar anak laki-lakinya yang tertua dengan gelar Pangeran Adipati atau Prabu Anom . Gelar Pangeran Adipati dipakai oleh anak tertua dari Sultan Abdurrahman yang tidak sempat menjadi raja, dan kedudukannya digantikan oleh adiknya Pangeran Aria (Sultan Muhammad Mansyur Jayo Ing Lago) dan pada tahun 1821-1825 pemberian dan pemakaian gelar Prabu Anom dilakukan Oleh Sultan Ahmad Najamuddin II (Husin Dhiauddin). Hal ini dilakukan karena anak laki-laki dari saudaranya yang tertua (anak Sultan Mahmud Badaruddin II) yang masih hidup telah memakai gelar Pangeran Ratu. Gelar Prabu adalah gelar yang diberikan kepada anak laki-laki Sultan ketika sultan sedang berkuasa.

Mengenai pemakaian gelar Ratu, gelar ini biasanya diberikan kepada Putri Raja yang naik tahta atau Permaisuri (Istri raja) yang disebut dengan Panggilan Ratu Agung atau Ratu Sepuh. Selain itu gelar ini juga diberikan kepada keempat isteri pendamping, karena pada umumnya raja memiliki istri lebih dari satu tetapi bukan selir.Selain Ratu Sepuh ratu-ratu yang lain diberi gelar tambahan/memiliki panggilan tersendiri seperti Ratu Gading, Ratu Mas. Ratu Sepuh Asma, Ratu Ulu, Ratu Ilir, dsb).

——————————————————————————————–

Oleh: Megatian Ananda Kemas, S.psi

Sumber: dirangkum dari berbagai sumber

Comments»

1. MULOK « @tikaarchie - August 22, 2010

[…] sumber : disini […]

2. NYIAYU RISKA - May 13, 2011

ass..
saya cuma mau tanya aja,jadi nama NYIAYU itu termasuk nama marga dari PALEMBANG juga atau gk? apa yg benar NYAYU???
papa aku nama nya KIAGUS.

anandakemas - May 13, 2011

wa’alaikumussalam

untuk menjawab pertanyaan Anda, kami harus tahu silsilah keluarga Anda minimal 5 generasi ke atas lengkap dengan keterangan asal guguk.

mengenai penulisan gelar, untuk para keturunan asli palembang penulisan yang betul adalah sebagai berikut:

1. Raden (Laki-laki) –> Raden Ayu (Perempuan)
2. Masagus (Laki-laki) –> Masayu (Perempuan)
3. Kemas (Laki-laki) –> Nyimas (Perempuan)
4. Kiagus (Laki-laki) –> Nyayu (Perempuan)

salam

3. achmad hery bin alwi - April 19, 2012

jika gelar raden di jambi diperoleh karena pengaruh gelar dari jawa akibat perkawinan datuk kayo hitam (abdurrahman bin salim) putra dari datuk paduko berhalo menikah dengan seorang putri majapahit, mendapat nak dengan gelar panembahan rantau kapas, nah jika di palembang gelar raden sendiri darimana asal usunya? kita tahu bahwa gelar raden identik sekali dengan jawa, semoga kejujuran sejarah dari kita semua bisa membuat bangsa ini semakin dewasa

anandakemas - April 19, 2012

Gelar Raden di Palembang pertama kali dibakukan di masa kekuasaan Sultan Abdurrahman. Gelar ini diberikan kepada anak keturunan beliau yang menunjukkan kesetaraan gelar dengan bangsawan-bangsawan tanah Jawa, mengingat pada saat itu hubungan politik antara Kesultanan Palembang dan Mataram sudah berakhir.

4. masagus fikri - June 11, 2012

Ngapo mak ini hari banyaan wong kito dak make gelar buat anak nyo

5. masagus fikri - June 11, 2012

Trus cak mano berarti guguk kito banyaan dak dpake lg gara2 susah nyari gawe khususnyo daerah jakarta d sekitarnya

anandakemas - June 11, 2012

Maksud Anda mungkin gelar kali ya bukan guguk, sebab itu dua hal yang berbeda.

Alasan sulitnya mencari kerja dikarenakan menggunakan gelar, itu alasan yg mengada-ada dan tidak berdasar. Buktinya banyak wong kito yg masih menggunakan gelar mampu bekerja di Jakarta dan mendapatkan posisi penting di suatu perusahaan.

Pengalaman saya di dunia HRD membuktikan bahwa keputusan perusahaan menerima atau menolak calon karyawan bukan didasarkan atas nama seseorang, melainkan dari sejauh mana kompetensi yang bersangkutan dalam bekerja.

Jadi kalau memang Anda keturunan Palembang asli dan memiliki jalur nasab bangsawan Palembang berikan hak kepada anak Anda untuk menyandang gelar keturunannya dan jangan di monopoli sepihak oleh Anda.

Wassalam

6. masagus fikri - June 12, 2012

Ass. Klo aku ngenjuk gelar mang ☑ buat anak aku tapi kato kawan aku wong plg jugo. Klo aku dak masalah aku skrang jadi kepala regu di pt ebt tehnik.

7. Suhud Ridwan - June 27, 2012

Assalamu’alaikum .
Saya Suhud Ridwan di Jakarta. saya tertarik dengan artikel dan informasi yang saudara sampaikan. saya banyak tidak paham soal ini. Kakek saya Asli Palembang dari daerah Batu raja, klo tidak salah nama desanya Tualang. nama Kakek saya R. Saleh. klo melihat dari selembar silsilah yang dipegang oleh ayah saya Muhidin (anak dari R. Saleh) garis keturunan kakek saya dari pangeran Poerbajo bin Sultan Mohammad Mansoer Kebon Gadih Bin Sultan Abdurrahman Tjandi Walang (semoga saya tidak salah dalam menuliskannya), nah yang saya tanyakan dan saya ingin mendapatkan informasi Soal Pangeran Poerbajo. dari beberpa artikel dan informasi yang ananda kemas berikan saya tidak melihat nama pangeran Poerbajo di singgung. mohon informasinya. sebelumnya saya minta maaf jika ada kata-kata yang tidak berkenan dan saya ucapkan banyak terimakasih.

wassalamu’alikum….

Muhammad Suhud Ridwan

anandakemas - August 31, 2012

Wa’alaikumussalam

Rasanya kita sudah pernah berkomunikasi sebelumnya di facebook?

Dalam artikel saya sebetulnya tidak hanya Pangeran Purbaya, namun banyak tokoh-tokoh lain yang tidak saya sebutkan mengingat dalam mengambil riwayat gelar keturunan ini saya hanya ambil dari ujung pangkal dimana riwayat tersebut berasal.

Demikian penjelasan saya.

Salam

ruben hendi k. - September 10, 2012

Ass wr wb,,,saya ingin tanya,org tua dr ayah saya kan berasal dari kota palembang,terus saya dgr juga beliau masih ªϑª keturunan raja palembang darrusalam,,cm memang saia lupa silsilah nya,,,apakah nama gelar itu bisa saya sematkan di depan nama saya,berhubung nama depan saya tdk memakai gelar???trima kasih

anandakemas - September 10, 2012

Kalau boleh tahu silsilah yang Anda hapal seperti apa? Apakah Anda tahu asal muasal keluarga Anda dari guguk mana di Palembang?

8. Ahmad Bin Abdullah - August 31, 2012

dari silsilah keluarga saya yg tertulis di guguk 5 Ulu Kedukan laut

tolong di cek apakah menurut anda valid data2 tersebut,,,yg saya dengar dari orang alim bahwa kemuliaan yang membedakan derajat manusia di sisi Allah SWT bukanlah di nilai dari nasab seseorang tapi dari ketakwaannya,,,

sebelumnya saya mengucapkan terima kasih banyak

Jazakallahu.

anandakemas - August 31, 2012

Salam

Mohon maaf saya hapus silsilah yang Anda cantumkan agar tidak disalah gunakan oleh orang lain.

Silahkan hubungi langsung ke nomor hp saya di 087886999089 untuk diskusi secara private.

Terimakasih

9. Ahmad Bin Abdullah - September 3, 2012

terima kasih atas responnya,,dan sy sangat berterimakasih sekali jika penjelasan mengenai pertanyaan sy dpt di kirim ke email fadly_riz@yahoo.co.id insya allah kapan2 kita akan berdiskusi mengenai hal ini,,

10. kemas - September 17, 2012

nama saya kemas muhammad danial.. saya dari malaysia dan tidak ada pengetahuan tentang asal usul kelurga ini dan saya difahamkan bahawa keluarga kemas dan nyimas berkait dengan syarif hidayatullah iaitu sunan gunung jati.. adakah ini benar?

anandakemas - September 18, 2012

Salam

Pertama sekali, mungkin Anda dapat menceritakan asal muasal keluarga Kemas di Malaysia ini berasal dari jalur keturunan mana? Karena sebagai informasi, gelar keturunan Kemas ini terdapat di dua daerah yaitu Jambi dan Palembang. Dan masing-masing daerah tersebut memiliki asal usul keturunan yang berbeda.

Kemudian, mengenai nama Sunan Gunung Jati pun terkadang ada yang salah menukarkannya dengan Pangeran Fatahillah yang juga sama-sama dimakamkan di daerah Gunung Jati, Cirebon.

11. frawita sari indonesia - February 25, 2013

istilah dari Zuriat sendiri apa pengertiannya?, yg sering disebut-sebut dengan zuriat kesultanan palembang itu hubungannya apa dengan gelar kebangsawanan kesultanan Palembang?

anandakemas - February 27, 2013

istilah Zuriat berasal dari bahasa Arab yang berarti “keturunan”.

Jadi Zuriat Kesultanan Palembang Darussalam berarti “Keturunan Kesultanan Palembang Darussalam”.

Mereka yang masuk ke dalam keturunan ini adalah mereka para bangsawan Palembang Darussalam yang memiliki gelar Raden/Raden Ayu, Masagus/Masayu, Kemas/Nyimas, Kiagus/Nyayu.

12. KEMAS HENDRI DUNAN - March 16, 2013

Terimakasi banyak ya kini aku lebih tau,silsilah keluargaku.

13. nyimas aliah - July 23, 2013

apresiasi yg setingginya untuk ananda Kemas Tian

14. Sungilkim - August 20, 2013

Thanks ya atas keterangannya..
Saya Masagus Ahmad Bakrie..🙂

anandakemas - August 23, 2013

Sama-sama dan salam kenal. Semoga di keluarga Anda penulisan silsilah keluarga masih dilanjutkan dan dijaga dengan baik.

Terimakasih

15. Kemas Py Pratama - September 19, 2013

Ass….

Saya mau tanya,guguk itu sebenarnya apa ?
Saya diberitahu ayah saya kalau kami dari guguk 23 ilir,kenapa harus nomor 23 apa maksudnya ?
Saya saat ini tinggal di bogor karena pekerjaan ayah saya,rencananya mau pulang dan menetap di palembang

Terima kasih

anandakemas - September 19, 2013

Salam

Sekedar masukan, mohon agar kedepannya Anda tidak menggunakan singkatan salam sebagaimana yang Anda tuliskan di atas. Sebagai informasi, kata Ass dalam bahasa Inggris berarti pantat.

Kemudian menjawab pertanyaan Anda, Guguk merupakan suatu sistem pengelompokan berdasarkan sebaran wilayah pemukiman asal keturunan. Hal ini berhubungan dengan kampung di mana keturunan seseorang tersebut berasal.

Di Palembang sendiri wilayahnya dibagi menjadi dua yaitu Ilir dan Ulu dengan 36 Kampung berada di seberang Ilir dan 16 kampung di seberang Ulu. Untuk memudahkan proses administratif kampung-kampung tersebut kemudian diberi nama dengan nomor.

Demikian, semoga bisa menjawab pertanyaan Anda.

Terimakasih

16. sitiatarfarahmida - September 27, 2013

apakah ada data yang valid tentang silsilah gelar-gelar trsbt dari awal sampai saat ini? dan jika ada, dimana kita bisa mengecek data tersebut?

anandakemas - October 3, 2013

Salam

Untuk catatan silsilah tersebut masih ada dan disimpan oleh masing-masing keluarga. Namun tidak sembarang orang bisa melihatnya untuk mencegah pemalsuan dan lain sebagainya.

sitiatarfarahmida - October 10, 2013

oh terima kasih banyak atas infonya. salam.

17. frawita - October 13, 2013

Dan bgaimana utk keturunan kesultanan plmbng dr pihak istriny yg brasal dr siantan johor yg di tmpatkn di Bangka kota Muntok? Mreka diberi gelar oleh sultan SMB 1 sbgai zuriat dgn gelar “Yang” utk wanita n “Abang” utk pria?..

anandakemas - January 20, 2014

Salam

Gelar Abang dan Yang itu diperuntukkan bagi keturunan pihak keluarga istri Sultan Mahmud Badaruddin Jayo Wikramo yang berasal dari Muntok (keturunan dari pihak besan). Oleh karena itu, gelar Abang dan Yang tidak dimasukkan sebagai bagian dari gelar kebangsawanan Palembang.

Terimakasih,
Salam

18. Euis Nuryani - January 20, 2014

Selamat siang🙂
Saya sangat tertarik sekali terhadap kebudayaan Indonesia yang sangat beragam ini.
Saya ambil contoh saja dalam suatu kasus.
a. Apakah nama kemas harus diturunkan lagi pada anak laki-lakinya? bagaimana dengan anak perempuan?
b. jika seorang kemas, tidak mempunyai anak laki-laki apakah nama kemas tersebut buntu di orang itu?
c. Apakah adanya batasan dalam perluasan nama kemas terhadap nama kemas selanjutnya?

anandakemas - January 20, 2014

Salam

Budaya Indonesia memang kaya dengan ragam tradisi. Kadang ada yang terlihat sama, namun banyak juga yang berbeda. Namun mudah-mudahan perbedaan ini tidak menjadikan kita memandang rendah kepada yang lain.

Terkait dengan pertanyaan Anda, saya akan coba menjawabnya sebagai berikut:

a. Sedikit koreksi saja, Kemas itu adalah gelar kebangsawanan yang berbeda dengan nama. Lalu proses pewarisan gelar ini hanya berlaku dari ayah yang memiliki gelar tersebut kepada putra dan putri kandungnya yang didapatkan melalui pernikahan yang sah secara agama.

b. Apabila pria tersebut tidak memiliki keturunan, maka gelarnya terhenti pada dirinya.

c. Untuk pertanyaan ini saya kurang mengerti. Mungkin bisa dijelaskan maksudnya seperti apa?

Terimakasih,
Salam

Nyayu Aniet Fidjia Putri - March 11, 2015

a. klo ayahnya punya nama gelar kemas dan keturunan kebangsawanan palembang..beliau dapat menurunkan gelarnya kepada putra dan putri kandungnya (kemas-nyimas)

b. sudah d jelaskan di poin (a) seorang kemas dapat mewarisi gelarnya kepada putra putri kandungnya terkecuali tdk mempunyai keturunan

c. perluasan nama tidak ada batasan jika ayahnya mempunyai gelar..dan sesorang ibu tidak dapat menurunkan gelar kepada putra putrinya..jadi seperti gelar saya nyayu dan saya seorang wanita tdk dpt menurunkan gelar kepada putra putri saya..terputus di saya untuk keturunan saya

19. dian - January 25, 2014

wong tuo aq asli palembng galo dri nenek buyut ngapao dak kate marganyo kmi dri kayu agung jdi sbenernya marga dri kayu agung tu apo?? thank

anandakemas - March 15, 2015

Salam

Perlu dibedakan antara wilayah Palembang dengan suku Palembang. Seseorang yang tinggal di wilayah Palembang belum tentu termasuk dalam suku Palembang. Namun seseorang yang bersuku Palembang, di mana pun ia tinggal ia tetap menjadi bagian dari suku Palembang.

Semoga membantu menjawab pertanyaan Anda.

Terimakasih

20. Muhammad Haikal - February 9, 2014

Assalamu’alaikum,
Nama ayahku Kemas Abdurrahman…tapi anak-anaknya tidak diberikan gelar Kemas/Nyimas di akte kelahiran apakah kami bisa menambahkan gelar tsb kepada anak-keturunan kami? Kemudian bila salah satu anak kami bernama depan “Muhammad” apakah pemberian gelar “Kemas” didepan nama “Rasul” tidak menyalahi kaidah nama-nama islam?
Mohon informasinya….Terima kasih.

anandakemas - March 15, 2015

Wa’alaikumussalam

Untuk gelar, sepanjang Anda merupakan anak kandung dan bisa membuktikan susur galur silsilah keturunan ayah Anda maka Anda masih bisa menurunkan gelar tersebut kepada anak-anak Anda. Hanya saja pastikan, jika Anda hendak menurunkan gelar tersebut silsilah keluarga Anda harus tercatat dengan rapih sehingga bisa menjelaskan mengapa ada masa di mana gelar tersebut tidak disematkan pada nama Anda.

Kemudian terkait dengan nama, saya hingga saat ini belum menemukan adanya larangan dalam agama Islam menyematkan nama lain di depan nama Nabi atau Rasul.

Terimakasih

21. nyimas ayu putri sari - March 31, 2014

Assalamualaikum..

Aku nyimas ayu putri sari.
Sangat menarik artikel yg kms ananda posting ini.
Terkadang aku juga bingung klo di tanya sesamo wong kito asal mula gelar nyimas ku.
Hanya bisa senyum dan jwb semampunya.
Skrg alhamdulillah lebih dlm mengetahui.
Dan aku yg aku tau aku dri guguk 30 ilir🙂
Salam kenal yaa

anandakemas - April 28, 2014

wa’alaikumussalam

sama-sama. salam kenal juga dari kami guguk 1 Ulu🙂

22. Nasar Ayuba Palembang - June 23, 2014

Assalamualaikum wr wb. Saya mau tanya tentang marga, saya dari Papua. Tapi marga saya Palembang. Marga ini yang saya dapat dari Kakek saya yang berasal dari Maluku, Dulu pernah di ceritakan kalo ada salah satu sultan yang pindah (tidak jelas pindah atau ada tugas) dari palembang menuju banten, dan seterusnya ke sulawesi (lupa sulawesi yang mana) kemudian terakhir di Ambon.
Penjelasan Nama saya.
Nasar = Nama saya
Ayuba = Nama bapak
Palembang = Marga
Terima kasih atas Perhatiannya. Wassalamualaikum wr wb.

anandakemas - September 16, 2014

Wa’alaikumussalam

Mohon maaf saya tidak memiliki referensi sejarah mengenai nama marga seperti yang Anda ceritakan di atas. Adapun daerah-daerah yang Anda sebutkan di atas adalah wilayah yang dijadikan pembuangan beberapa Sultan dan keluarga-keluarganya setelah ditaklukkan penjajah.

Demikian

Nasar Ayuba Palembang - October 10, 2014

Terimakasih atas informasinya. Saya juga pernah dengar tentang nama najamudin. dan zainal abidin. kalau boleh tahu mereka itu siapa. dan terakhir yang saya tahu kalau sultan bajamudin di kuburkan di ternate.mohon maaf kalau pertanyaan ada yang salah.

anandakemas - October 22, 2014

Najamuddin merupakan nama gelar yang dipergunakan oleh beberapa sultan Palembang. Lengkapnya gelar tersebut adalah Sultan Ahmad Najamuddin.

Untuk Zainal Abidin, apakah yang Anda maksud adalah nama lain dari Sunan Dalem Wetan ibn Sunan Giri I?

Kemudian yang dikuburkan di Ternate adalah Susuhunan Mahmud Badaruddin Raden Hasan Pangeran Ratu.

Salam

Nasar A. P - March 11, 2016

terima kasih atas infonya. mau tanya apakah benar ada hubungan antara pangeran diponegoro dengan kesultanan palembang. terutama saudara kandung pengeran diponegoro. dan keturunannya yang ikut kapal sentot ali pasha ke makassar.

23. octaviany - October 31, 2014

Wah seru jg nih ngorek2 sejarah. Yai saya asli komering namanya Raden Asmuni Holidy. Krn kita kel besar dan sudah tersebar dmn2 jd gak gtu ngerti sejarah dan asal usul (terutama saya karna lahir dan dibesarkan di kalimantan), utk nama2 jg sdh gak ada yg make embel2 gelar di akte. Cm kk sepupu yg anak dri anak laki2 pertama yai cerita jg kl yai kasih gelar tanpa di cantumin resmi di akte ke anak2 laki2nya dan cucu2 dri anak laki2nya, seperti anak pertama yai (pakde saya) itu pny gelar ratu taruna putra, utk pakde yg lain jg dri cerita spupu yg lain jg dikasih gelar Raden apa gtu spupu saya jg sdh gak gtu ingat. Kira2 kami msi bs melacak silsilah kami atau tidak ya? Trima kasih sebelumnya.

24. mgssyarifuddin - November 10, 2014

assalamualaikum, saya tinggal di Lahat dan saya memakai gelar Masagus yang berasal dari kl ayah 5 ulu darat lorong kedukan kalau ibu 5 ulu laut lorong keramat < saya mempunyai silsilah yg terputus hanya sampai dgn Pangeran purbaya apakah saya bisa mendapatkan sambungan dari silsilah tersebut terima kasih sebelumnya

anandakemas - March 15, 2015

Wa’alaikumussalam

Kalau boleh tahu Anda tinggal di Lahat di mananya? Kebetulan keluarga saya juga banyak di daerah Tebing Tinggi, Empat Lawang.

Untuk susuran silsilah, silahkan email kepada saya silsilah yang Anda miliki. Alamat email saya di ananda_kemas@yahoo.co.id

Terimakasih

25. haryono - December 27, 2014

Ass.maaf numpang tanyo sultan hasana bolkiah dari berunai darusssalam cucu dari SMB ll dan dari yang ke berapo. Sekian dan terima kasih.

26. masagus m toyib - March 5, 2015

assalamualaikum…
aqu nak nanyo …
apo yg membedake antara 4 ikok gelar..???
kenapo Raden menduduki tinggkat tertingi di bandingkan dngan yg laen????
trimokase sblm nyo
aqu dari guguk 5 ulu darat

anandakemas - March 15, 2015

Wa’alaikumussalam

Perlu diketahui, ketika Kesultanan Palembang Darussalam didirikan penggunaan gelar diatur berdasarkan fungsi dan kedudukan pemiliknya dalam struktur pemerintahan.

Para keturunan Sultan yang berasal dari permaisuri dan memiliki kedudukan dalam pemerintahan diberi gelar Raden. Biasanya mereka ini juga merupakan calon pewaris tahta. Oleh karena itulah, pada umumnya kedudukan mereka dianggap yang paling tinggi dari seluruh gelar tadi.

Semoga membantu menjawab pertanyaan Anda.

Terimakasih

al - April 13, 2015

Sayo kemas dari jambi, dari catatan sejarah keluargo kami berasal dari palembang yang lari kejambi tahun 1822 kareno perang, kejambi menumpang rombongan pangeran ratu perdana menteri sultan jambi yang membantu sultan palembang dalam perang. 3 bersaudara leluhur kami yang lari ke jambi kemas jakfar, kemas abdurrahman dan nyimas kriput. Tq

27. Eeng - June 20, 2015

Mau tanya kakek sy namanya TNI PURN.MACHMUD RD ? Dr palembang, Yang dimaksud rd tsb gelar apa? Apakah raje depati atau raden depati

anandakemas - June 24, 2015

Salam

Pertanyaan saya pertama kali, apakah kakek Anda merupakan keturunan dari bangsawan Palembang?

Terimakasih

28. susanto - July 23, 2015

assalamu’alaikum, maaf sy yg fakir ilmu mo tanya ni,!! katanya palembang di pengaruhi peradaban dr jawa yah? umur kota palembang itu brp sih..??? sy bingung dgn sejarah di INDONESIA ini, ada yg bilang sejarah kita di pengaruhi oleh belanda.. tp untuk apa ya?
sriwijaya terbentuk sesudah apa sebelum majapahit dan mataram atau kerajaan-kerajaan dari jawa? yg pasti kutai ude anteng-anteng aje…. ude duluan maksudnye
kpn kerajaan sriwijaya itu terbentuk, kekuasaannya sampai kemana sih? bahasa apa yg di pakai sriwijaya atau palembang itu. dan bahasa INDONESIA dari mana sih.. mirip bahas melayu yah, maksudnya bahasa melayu baku, melayu itu berasal dari mana sih,? sy pernah denger sriwijaya itu kerajaan melayu, bener gak ya? berarti bahasa asli palembang itu bahasa melayu kuno yah?
katanya kerajaan di INDONESIA itu di pengaruhi hindu dan budha, emmm… berarti di pengaruhi dari india dong???.. ooo gitu,! mereka datang ke INDONESIA itu lewat dari jawa dulu.. kan, baru sumatra, ya gak,! di mana sih letak india tu, deket jawa ya.., hehhe, yg pastinya deket srilangkah dong🙂.. ya gak.. ya gak!!! sy bingung…. sy yg nanya, sy yg bingung, lali aku..! ojo lali yo..
tuapiii… sy rasa, sriwijaya yg duluan datang ke india.. hehehh, becanda. 🙂

”berbeda-beda namun tetap satu juga” itulah INDONESIA.

uda dehh jgn pusying, hanya allah yg tau..
WALLAHU’ALAM BISSAWAB.

29. NN Hasan - November 17, 2015

Asww.

Ananda Kemas,

nak numpang nakon, awak kejingoannyo masih mudo nian, tapi paham mengenai silsilah lamo. kami lah tuo bae dak begitu paham. Cuma kami berasal dari guguk kepandean, kedukan dan perigi besak. di 1 ulu ado jugo kerabat karena perkawinan. Kami lah lamo pengen tau silsilah, kebetulan nyelik site ini. Kami tu dari keturunan K.Abu Hasan (asal kepandean) menikah dgn Nya.Ningdep dr kedukan 5 ulu dan Mas.Hamidah dari 2 ulu perigi–>a.l.K.H.Hamzah –> K.H.Nanang (2 ulu)–>K.Husin Ibrahim (Lahat)–>Nyimas Fatimah (Lahat)–>Nyimas Nur Aini (Lahat). Nah kami tu dak punyo ililah dipucuk K.Abu Hasan. Kiro2 Ananda Kemas ado dak data tersebut.

Mokaseh banyak ye.

Wassalam
NN Hasan

30. asep - November 28, 2015

Salam.
Mau tanya nii, gelar Kgs ini pada masa kesultanan Palembang bisa gak di berikan kepada masyarakat atau seorang tokoh yg bukan anggota kerajaan?

anandakemas - January 8, 2016

Salam. Gelar Kiagus adalah gelar keturunan yang didapatkan melalui warisan nasab turun temurun. Inherited bukan given. Salam

31. nyayu brigita aisyah - November 29, 2015

Asslm wr wb.
Apakah masing masing gelar ada posisi?pekerjaan atau
Setatus sosialnya?
trima ksh.salam kenal
kata ayah saya kami dari guguk 30ilir suro

Nyimas Raudatul Jannah - December 19, 2015

.salam KENAL semuanya🙂 saya Nyimas Raudatul Jannah , asli dri 7 ulu , tp skrg udh pindah ke jambi , nah saya mw tanya sm kak Ananda Kemas , asal usul keluarga saya dri kluarga ayah saya itu semua nya pake kemas dan nyimas , nah ayah saya blg sm saya kak kalo bisa cari suami org palembang jg biar keturunan nya gk hilang , nah kalo seandainya saya nikah bkn sm org palembang dan nm nya gk ad kemas nya brrti saya gkbisa yaa kak nurunin nm saya ke ank* saya nanti? Moho di jwb kak pliss😀

anandakemas - January 8, 2016

Salam. Dalam tradisi Palembang, seseorang itu bernasab kepada ayahnya. Artinya gelar hanya bisa diturunkan apabila ayahnya juga memiliki gelar dan lahir dari suatu pernikahan yang sah dan halal. Salam

anandakemas - January 8, 2016

Wa’alaikumussalam wr wb. Gelar keturunan berbeda dengan gelar jabatan. Gelar keturunan dapat diturunkan kepada ahli warisnya, namun gelar jabatan bergantung dari penunjukan Sultan. Untuk status sosial, tidak ditentukan dari gelar keturunan. Melainkan bergantung dari gelar jabatan yang dipegang. Salam

32. nyimasindah - January 9, 2016

salam kenal nama sy nyimas indah amilah sy dr p.bawean kata ayah sy kakek buyut kami keturunan palembang, di bawean ada nama kawasan yaitu kampung tuku yg ditinggali marga kemas nyimas, ada rumah kuno yg prasastinya brnama kemas djamaloedin thn 1925. apakah bs ditelusuri keturunan km di palembang

anandakemas - January 12, 2016

Salam. Saya sudah pernah bersilaturrahim dengan beberapa keturunan keluarga Kemas dari Bawean yang ada di Surabaya. Namun sayang saya belum sempat melanjutkan penelitian saya hingga ke pulau Bawean karena keterbatasan waktu, dana, dan juga masalah jarak. Mudah-mudahan saya masih diberikan usia untuk melanjutkan penelitian saya tersebut. Terimakasih

Nyimas Raudatul Jannah - February 17, 2016

.oke dehh kak mksh yaa🙂 ohh iy kk palembang dimananya? Boleh mntak alamat pesbuk kk gk?

33. Nyimas Julia Andrian - January 12, 2016

Assalamu’alaikum
Nama saya Nyimas Julia Andrian anak dri kemas syamsul husin bin kemas amir husin bin kms abu hasan. Saya pernah melihat garis silsilah keturunan keluarga kmi di rumah yai saya yg tinggal di tebing tinggi lintang. Saya lupa nama jelasnya, tpi yai sering di panggil yai ujang.
Berdasarkan silsilah tsb keluarga kmi berasal dri keturunan Wiro Santiko, kmi dri guguk 1 ulu.
Pertanyaan saya, Wiro Santiko itu dri mana, sebab setiap saya membaca artikel tentang kerajaan palembang, saya tidak pernah membaca nama Wiro Santiko.
Terima kasih sebelumnya.
Wassalamu’alaikum

anandakemas - January 12, 2016

Wa’alaikumussalam
Cek Julia tinggal di mana? Kita sepertinya masih satu guguk keturunan. Saya sudah pernah silaturrahim dengan yai Ujang di Tebing. Hampir sebagian besar catatan silsilah keluarga besar keturunan Ki Ranggo Wiro Sentiko telah saya catat. Untuk sejarahnya silahkan baca tulisan saya di blog ini juga.
Salam

Nyimas Julia Andrian - January 12, 2016

Maaf pak, sebenarnya saya ini masih berusia 19 tahun. Saya tertarik untuk menelusuri dan mengetahui asal usul keluarga saya setelah saya melihat silsilah keturunan yg diperlihatkan oleh yai ujang, membuat saya menjadi semakin penasaran. Saya juga sdh bertanya kepada tante saya dan beliau mengatakan memang satu keturunan dgn bpk, dan beliau juga mengatakan bahwa beliau pernah bersama berziarah ke makan Ki Ranggo Wiro Sentiko. Dan sekarang saya ingin sekali mengunjungi makam Ki Ranggo Wiro Sentiko.

anandakemas - January 18, 2016

Semoga tidak putus silaturrahim antara keluarga besar keturunan Ki Ranggo Wiro Sentiko. Salam untuk keluarga.

34. suberata - March 19, 2016

Salam. mang cek boleh kita nanya soal keluarga saya. saya mempunya gelar dari bapak saya kiagus. dari buyut saya juga Kiagus. H. Muhammad Zuber bin Kiagus M. Asj’ ari dan seterus nya saya blom tahu betul dari cangge nya. tolong bantuannya bagai mana saya bisa mengetahui nya.

35. Kemas ade chandra - March 29, 2016

Assalamualaikum..salam kenal buat kita semua,saya sangat tertarik dan senang membaca artikel yang ananda kemas tulis,sehingga membuat saya tau dan mengerti asal mula gelar kemas,tapi yang membuat saya bingung,1.apa beda nya kemas yang di depan nama dan di akhir nama?2.apa beda nya kemas dan kiemas? Terima kasih

anandakemas - April 12, 2016

Wa’alaikumussalam.

Dalam sejarah Palembang, gelar kebangsawanan diletakkan di depan nama dan dituliskan dalam huruf arab melayu sebagai berikut كمس (dibaca: Kemas). Pemilik gelar ini pasti memiliki silsilah keturunan dari garis laki-laki yang menunjukkan bukti bahwa ia merupakan keturunan dari gelar yang dimaksud.

Terimakasih

36. Nyimas Gaby - April 7, 2016

Saya Nyimas/Imas,,ortu Sunda,,kata ortu sy keturunan Kyai H,Abdul Muhyi (Pamijahan),Tasik
Koq bnyk yg kira sy org Palembang,,?
Knp sm ya Palembang dan Jawa Barat?

anandakemas - April 12, 2016

Salam,
Gelar Kemas dan Nyimas pada awalnya berasal dari kata Kyai Mas dan Nyai Mas yang merupakan sebutan kehormatan yang umum digunakan pada zaman dahulu di beberapa daerah terutama di tanah Jawa, sebelum akhirnya berubah pelafalannya mengikuti dialek setempat.

Itulah mengapa kadang terdapat kesamaan.

Semoga membantu menjawab.

Terimakasih

37. alpin - May 14, 2016

mau tanya saya asli palembang kakek bunyut asli palembang
istri orang jawa netap di batam punya anak & mau saya kasih nama depan nya nyimas meskipun saya gak ada gelar atau keturunan boleh apa gak ya..

alpin - May 14, 2016

trimakasih

38. nay - July 3, 2016

buyut saya katanya namanya nungcik dari palembang. dulu menikah dengan orang garut. tapi keluarga ga tahu buyut saya kemana. nungcik itumarga masyarakat palembang daerah manakaH?

anandakemas - July 28, 2016

Salam.

Nungcik merupakan nama yang umum digunakan di wilayah Palembang dan bukan merupakan gelar keturunan.

Rachmat Hidayat - August 5, 2016

Maaf sblm sy ingin bertanya

ada catatan sejarah ttg perjalanan hijrah dakwah Sultan Mahmud Badaruddin II sampai ke Ternate

dan adakah silsilah nasab Sultan Mahmud Badaruddin II

Terima kasih sblm atas penjelasan nya

anandakemas - August 11, 2016

Salam

Perlu saya koreksi di sini bahwa Sultan Mahmud Badaruddin Raden Hasan Pangeran Ratu atau yang disebut juga sebagai SMB II, pindah ke Ternate adalah karena menjalani hukum pengasingan atas kekalahannya dari Belanda. Jadi bukan karena tugas dakwah.

Kemudian mengenai silsilah nasab, beliau adalah anak dari Sultan Muhammad Bahauddin dan seterusnya ke atas hingga Susuhunan Abdurrahman.

Terimakasih

39. kemas mahyuni - September 13, 2016

maaf sblumnya…

saya kemas mahyuni dr banjar masin,yg saya ingin tanyakan pernahkah mndengar nama kemas A baki atau suhunan sedeng redjek…klau ga salah tulis..hee…karna setahu saya beliau lah yg ada di silsilah paling atas yg di tulis oleh alm ayah saya nama ayah saya kemas abdurahman bin kemas ahmad bin kemas hamzah bin kemas a zein bin kemas a baki ( suhunan sedeng redjek )

terimakasih…salam kenal

40. undanganparty - October 10, 2016

Assalam’mualaikum
Kalo kita mau narok gelar Kerajaan sriwijaya harus ada bukti hitam di atas putih / cukup tau guguknya sama keturunan” keluarga yg ada gelar.
Mohon penjelasanya bisa di kirim lewat email: hepriansyah98@gmail.com


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: