jump to navigation

Suatu Tinjauan Kritis atas Nasab Shohibul Faroji “Mufti Kesultanan Palembang” March 17, 2014

Posted by anandakemas in Sejarah Palembang Darussalam.
trackback

Assalamu’alaikum wr wb.

Dalam rangka mengurangi keresahan para kerabat dari zuriat Kesultanan Palembang mengenai identitas Syekh Shohibul Faroji yang mengaku sebagai Mufti Kesultanan Palembang Darussalam, berikut saya sampaikan bahwa pengguna gelar tersebut tidak ada hubungannya dengan zuriat Kesultanan Palembang Darussalam.

Adapun klaim yang bersangkutan sebagai bagian dari keturunan Pangeran Dipakusuma yang menikah dengan putri dari Susuhunan Abdurrahman (Sultan Palembang), perlu dipertanyakan kebenarannya. Karena berdasarkan data catatan silsilah zuriat Kesultanan Palembang Darussalam, Pangeran Dipakusuma merupakan putra dari Pangeran Sedo Ing Rejek ibn Pangeran Sedo Ing Pasarean. Tidak terdapat catatan mengenai nama Sayyid Yusuf Azmatkhan (Pangeran Waliyul Ilmi), yang diklaim sebagai ayah dari Pangeran Dipakusuma, dalam data silsilah zuriat Kesultanan Palembang Darussalam.

Mudah-mudahan informasi ini bisa disampaikan kepada seluruh kerabat dari zuriat Kesultanan Palembang Darussalam.

Terimakasih,
Wassalammu’alaikum wr wb

Comments»

1. Hamzah Arifin - May 3, 2014

Assalamu ‘alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh

Berdasarkan data-data yang saya telusuri dari literatur kesultanan Palembang, dan Kesultanan Bangkalan Madura, ada beberapa hal yang menarik di sini, yaitu:

SUMBER DATA KE-SATU
Sumber Data Ke-Satu : Berdasarkan Buku 101 Ulama Sumetera Selatan Riwayat Hidup dan Perjuangannya, karya Kemas H.Andi Syarifuddin.S.Ag dan H.Hendra Zainuddin.M.PdI, Bab 1 Sunan Candi Walang, halaman 3-4, di sana disebutkan bahwa Susuhunan Abdurrahman / Sunan Candi Walang, memiliki beberapa isteri, di antara Permaisurinya yang tertua adalah:
A. Ratu Agung binti Kemas Martayuda dari pernikahan ini memperoleh 8 putera-puteri, yaitu:
A.1. Pangeran Adipati
A.2. Sultan Muhammad Mansur,
A.3. Raden Ayu Dipa Kesuma (Putri ini yang akan dibahas)
A.4. Pangeran Tumenggung
A.5. Raden Ayu Adiningrat
A.6. Raden Ayu Ditakusuma
A.7. Raden Kusuma Barata
A.8. Sultan Agung Komaruddin Sri Truno

B. Dari isteri-isteri yang lain, Sunan Candi Walang, memiliki 25 anak, yaitu:
B.1. Panembahan Surya Dilaga
B.2. Pangeran Surya Wikrama Subakti
B.3. Pangeran Cakra Kesuma Raden Nusantara
B.4. Raden Wira Natara
B.5. Raden Suwila
B.6. Raden Kapiten
B.7. Raden Kuripan
B.8. Pangeran Sukarta
B.9. Masayu Astra Wijaya
B.10. Masayu Suro WIjaya
B.11. Masayu Suta Kesuma
B.12. Masayu Wayati
B.13. Masayu Irawati
B.14. Masayu Janaka
B.15. Masayu Ubat
B.16. Pangeran Adi Kesuma
B.17. Pangeran Adi Wijaya
B.18. Raden Ayu Purba Negara
B.19. Pangeran Cakra Wijaya
B.20. Pangeran Dita Kesuma Raden Kumbang
B.21. Pangeran Dipa
B.22. Pangeran Suta Kesuma
B.23. Pangeran Mentaram
B.24. Raden Ayu Adi Kesuma
B.25. Raden Ayu Adi Wijaya.

Susuhunan Abdurrahman wafat dalam tahun 1706 Masehi, dan dimakamkan di Candi Walang (24 Ilir Palembang). Setelah wafat dikenal dengan sebutan Sunan Candi Walang.

SUMBER DATA KE-2 MENGENAI PERNIKAHAN A.3 RADEN AYU DIPAKUSUMA BINTI SUSUHUNAN ABDURRAHMAN (SUNAN CANDI WALANG).

Berdasarkan Buku “Sejarah Kesultanan Bangkalan”, Bab 9. Kekerabatan Pendiri Kesultanan Palembang Darussalam dengan Kesultanan Bangkalan Madura. Karya Muhammad Nawawi Al-Manduriy, halaman 91, disebutkan:

1. “Pada tahun 1667 M, Susuhunan Abdurrahman Sunan Candi Walang melakukan kerjasama dengan keluarga Kesultanan Bangkalan, melalui kerjasama perdagangan, pendidikan, dan lain-lain”.

2. Pada tahun 1685 M, Susuhunan Abdurrahman Sunan Candi Walang menikahkan putrinya bernama Raden Ayu Dipa Kesuma yang saat itu berumur 20 tahun dengan Sayyid Abdul Wahid Azmatkhan bin Sayyid Yusuf Azmatkhan (Pangeran Waliyul Ilmi) bin As-Sayyid Ahmad Baidhawi Azmatkhan (Pangeran Ketandhur Bangkal) bin As-Sayyid Shaleh Azmatkhan (Panembahan Pekaos) yang merupakan menantu Pendiri Kesultanan Bangkalan Madura).

3. Pernikahan antara Raden Ayu Dipa Kesuma dengan Sayyid Abdul Wahid Azmatkhan bin Sayyid Yusuf Azmatkhan (Pangeran Waliyul Ilmi), Akad nikahnya tercatat Hari Jum’at bertanggal 4 Februari tahun 1685 M atau 13 Rabiul Akhir 1100 H tempat pernikahan di Istana Keraton Palembang Darussalam. Pernikahan ini hanya berlangsung 2 tahun berakhir dengan perceraian hidup (tahun 1687M), dan melahirkan seorang anak laki-laki bernama Sayyid Hasan bin Abdul Wahid. Saat menjadi suami Raden Ayu Dipa Kesuma ini, Sayyid Abdul Wahid mendapat panggilan Pangeran Dipa Kesuma dari kalangan keraton kesultanan Palembang. Setelah bercerai, Sayyid Abdul Wahid mendapatkan hak asuh dan hak mendidik Bayi sayyid Hasan ini, dan kemudian beliau pulang ke Bangkalan Madura, dan pada tahun 1689 M, Sayyid Abdul Wahid Azmatkhan bersama beberapa sanak keluarga dari Kesultanan Bangkalan, melakukan hijrah untuk beribadah haji di Tanah suci Makkah, dan bermukim di Makkah beberapa tahun. Pada tahun 1712 M / 1124 H, Sayyid Abdul Wahid Azmatkhan pulang dari Makkah, dan singgah di Palembang, karena perjalanan jauh ini, beliau sakit dan wafat di Palembang, namun Jasad beliau dibawa ke Bangkalan dan di makamkan di Pemakaman Waliyullah Pangeran Ketandhur Bangkal. Adapun Sayyid Hasan putera Sayyid Abdul Wahid ini hidup di Makkah Al-Mukarramah, dan menikah di Makkah serta wafat di Makkah.

4. Setelah massa iddah habis, Raden Ayu Dipakusuma binti Susuhunan Abdurrahman Sunan Candi Walang, menikah untuk kedua kalinya dengan Pangeran Dipakusuma putera Pangeran Sedo Ing Rejek ibn Pangeran Sedo Ing Pasarean. Pernikahan ini berlangsung lama sampai keduanya meninggal. Saat pernikahan ke-2 ini, Raden Ayu dipakusuma berumur 22 tahun. Pernikahan ini berlangsung tahun 1688 M / 1099 H.

Jadi menurut penelusuran saya:
1. Data dari Saudara Syekh Shohibul Faroji Azmatkhan (Mufti Kesultanan Palembang Darussalam), adalah benar.
2. Data dari Saudara Ananda Kemas Wirosentiko, juga benar.

Kedua data tersebut sebenarnya SALING MELENGKAPI sejarah KEKERABATAN di Lingkungan Kesultanan Palembang Darussalam.

KESIMPULAN:
1. Raden Ayu Dipakusuma binti Susuhunan Abdurrahman Sunan Candi Walang pernah menikah 2 kali:
a) Pernikahan pertama dengan Sayyid Abdul Wahid Azmatkhan bin Sayyid Yusuf Azmatkhan (Pangeran Waliyul Ilmi) bin As-Sayyid Ahmad Baidhawi Azmatkhan (Pangeran Ketandhur Bangkal) bin As-Sayyid Shaleh Azmatkhan (Panembahan Pekaos) yang merupakan menantu Pendiri Kesultanan Bangkalan Madura). Akad nikahnya tercatat Hari Jum’at bertanggal 4 Februari tahun 1685 M atau 13 Rabiul Akhir 1100 H tempat pernikahan di Istana Keraton Palembang Darussalam. Pernikahan ini hanya berlangsung 2 tahun berakhir dengan perceraian hidup (tahun 1687M), dan melahirkan seorang anak laki-laki bernama Sayyid Hasan bin Abdul Wahid Azmatkhan.

b) Setelah massa iddah habis, Raden Ayu Dipakusuma binti Susuhunan Abdurrahman Sunan Candi Walang, menikah untuk kedua kalinya dengan Pangeran Dipakusuma putera Pangeran Sedo Ing Rejek ibn Pangeran Sedo Ing Pasarean. Pernikahan ini berlangsung lama sampai keduanya meninggal. Saat pernikahan ke-2 ini, Raden Ayu dipakusuma berumur 22 tahun. Pernikahan ini berlangsung tahun 1688 M / 1099 H.

c) Berdasarkan fakta sejarah ini, maka Sayyid Shohibul Faroji Azmatkhan, masih terhitung sebagai Dzurriyyah Kesultanan Palembang Darussalam. Nasab beliau ini juga tersimpan di Keraton Kesultanan Palembang Darussalam, di Pegang oleh Sultan Iskandar Mahmud Badaruddin. Ini yang menjadikan dasar Sultan Iskandar Mahmud Badaruddin untuk mengangkat Shohibul Faroji Azmatkhan sebagai Mufti Kesultanan Palembang Darussalam berdasarkan Surat Keputusan Keraton Kesultanan Palembang Darussalam No.074/SKP/KKPDS/V/2013 , Ditandatangani pada 5 Mei 2013 M atau bertepatan dengan 24 Jumadil Akhir 1434 H, di Keraton Kesultanan Palembang Darussalam.

Mudah-mudahan informasi ini bisa bermanfaat, tetap menjaga silaturrahmi antara Dzurriyyah Kesultanan Palembang Darussalam.

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarokatuh

Al-Faqir Fillah Hamzah Arifin

anandakemas - September 16, 2014

Salam

Terkait dengan klaim Faroji tersebut, silahkan terlebih dahulu dibuktikan dengan menghadirkan yang dia sebut sebagai kitab nasab yang di akui disusun oleh keluarganya yang mencatat secara lengkap nasab-nasab sayyid keturunan Walisongo di Indonesia.

Saya tunggu jawabannya.

2. Hamzah Arifin - May 3, 2014

Assalamu ‘alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh

Tambahan informasi:

Sumber data dari Wikipedia.
http://id.wikipedia.org/wiki/Shohibul_Faroji

Shohibul Faroji Azmatkhan masih keturunan Ke-9 dari Pernikahan Ke-1 antara Raden Ayu Dipakusuma dengan Sayyid Abdul Wahid Azmatkhan bin Sayyid Yusuf Azmatkhan (Pangeran Waliyul Ilmi) bin As-Sayyid Ahmad Baidhawi Azmatkhan (Pangeran Ketandhur Bangkal) bin As-Sayyid Shaleh Azmatkhan (Panembahan Pekaos) yang merupakan menantu Pendiri Kesultanan Bangkalan Madura). Akad nikahnya tercatat Hari Jum’at bertanggal 4 Februari tahun 1685 M atau 13 Rabiul Akhir 1100 H tempat pernikahan di Istana Keraton Palembang Darussalam. Pernikahan ini hanya berlangsung 2 tahun berakhir dengan perceraian hidup (tahun 1687M), dan melahirkan seorang anak laki-laki bernama Sayyid Hasan bin Abdul Wahid Azmatkhan.

Nasabnya Shohibul Faroji adalah:

1. Nabi Muhammad menikah dengan Sayyidah Khadijah binti Khuwailid, wafat di Madinah 12 Rabiul Awwal 11 H, memiliki anak yaitu:

2. Sayyidah Fatimah Az-Zahra, menikah dengan Imam Ali bin Abi Thalib, wafat di Madinah 634 M, memiliki anak yaitu:

3. Al-Imam As-Sayyid Al-Husain, menikah dengan Syaharbanu putri Kaisar Yazdigird, kaisar terakhir Sasaniyah, Persia, wafat di Karbala Iraq 64 H/ 680 M, memiliki anak yaitu:

4. Al-Imam As-Sayyid Ali Zainal Abidin, menikah dengan Syarifah Fathimah binti Hasan bin Ali bin Abi Thalib, Wafat di Baqi Madinah 93 H/713 M, memiliki anak yaitu:

5. Al-Imam As-Sayyid Muhammad Al-Baqir, menikah dengan Ummu Farwah binti Qasim bin Muhammad bin Abu Bakar Ash-Shiddiq, wafat di Baqi Madinah 114 H/731 M, memiliki anak yaitu:

6. Al-Imam As-Sayyid Ja’far ash-Shadiq, menikah dengan Syarifah Fathimah binti Husain bin Ali Zainal Abidin bin Husain bin Ali bin Abi Thalib, wafat di Baqi Madinah 148 H/765 M, memiliki anak yaitu:

7. Al-Imam As-Sayyid Ali Al-Uraidhi, menikah dengan Ummu Walad, Wafat di Al-‘Uraidh Madinah 210 H, memiliki anak yaitu:

8. Al-Imam As-Sayyid Muhammad An-Naqib, menikah dengan Ummu Isa, wafat di Bashrah 243 H, memiliki anak yaitu:

9. Al-Imam As-Sayyid Isa Ar-Rumi Al-Azraq, menikah dengan Ummu Ahmad, wafat di Bashrah 298 H, memiliki anak yaitu:

10. Al-Imam As-Sayyid Ahmad Al-Muhajir, menikah dengan Zainab binti Abdullah bin Hasan bin Ali Al-Uraidhi, wafat di Hasys Yaman 345 H, memiliki anak yaitu:

11. Al-Imam As-Sayyid Ubaidillah, menikah dengan Ummul Banin binti Muhammad bin Isa bin Muhammad bin Ali Al-Uraidhi, wafat di Sumal Yaman 383 H, memiliki anak yaitu:

12. Al-Imam As-Sayyid Alwi, menikah dengan Ummu Muhammad, wafat di Hadramaut Yaman 400 H, memiliki anak yaitu:

13. Al-Imam As-Sayyid Muhammad, menikah dengan Ummu Alwi, wafat di Bayt Jubair Yaman 446 H, memiliki anak yaitu:

14. Al-Imam As-Sayyid Alwi, menikah dengan Ummu Ali, Wafat di Bayt Jubair Yaman 512 H, memiliki anak yaitu:

15. Al-Imam As-Sayyid Ali Khali’ Qasam, menikah dengan Ummu Muhammad, Wafat di Tarim Yaman 529 H, memiliki anak yaitu:

16. Al-Imam As-Sayyid Muhammad Shahib Mirbath, menikah dengan Ummu Banin, wafat di Marbath Oman 556 H, memiliki anak yaitu:

17. Al-Imam As-Sayyid Alwi Ammil Faqih, menikah dengan Ummu Abdul Malik . wafat di Yaman 613 H, memiliki anak yaitu:

18. Al-Imam As-Sayyid Abdul Malik Azmatkhan, menikah dengan Ummu Abdillah binti Raja Nasarabad India Lama, wafat di Nasarabad India 653 H, memiliki anak yaitu:

19. As-Sayyid Abdillah Amir Khan, menikah dengan Ummu Ahmad, wafat di Nasarabad India 696 H, memiliki anak yaitu:

20. As-Sayyid Ahmad Jalaluddin, menikah dengan Ummu Husain, wafat di Nasarabad India 711 H, memiliki anak yaitu:

21. As-Sayyid Jamaluddin Al-Husain, menikah dengan Amira Fathimah binti Amir Husain bin Muhammad Taraghay (Pendiri Dinasti Timuriyyah, Raja Uzbekistan, Samarkand), (Menikah tahun 1295 M),Wafat di Wajo Sulawesi 760 H, memiliki anak yaitu:

22. As-Sayyid Ibrahim Zainuddin Al-akbar (IBRAHIM ASMORO), menikah dengan Dewi Condrowulan binti Raja Ba Dich Lai (Raja Champa) bin Lai Khai Kocheng (Raja Champa) Terakhir Dinasti Ming, wafat di desa Gesikharjo, Kecamatan Palang, Tuban, 834 H, memiliki anak yaitu:

23. As-Sayyid Fadhal Ali Murtadha (Sunan Santri), menikah dengan Syarifah Sarah binti Maulana Malik Ibrahim Azmatkhan, wafat di Gresik 895 H, memiliki anak yaitu:

24. As-Sayyid Utsman Haji (Sunan Ngudung), menikah dengan Dewi Sari binti Ahmad Wilwatikta (Dewi Sari adalah kakak perempuan dari Sunan Kalijaga), wafat di Troloyo Mojokerto, 945 H, memiliki anak yaitu:

25. As-Sayyid Ja’far Shadiq Azmatkhan (Sunan Kudus), menikah dengan Syarifah Dewi Rahil binti Sunan Bonang, Wafat di Kudus 5 Mei 1550M / 958 H, memiliki anak yaitu:

26. As-Sayyid Amir Hasan Azmatkhan (Panembahan Wali Qutub I), menikah dengan Dewi Ratih binti Raden Fattah Azmatkhan, wafat di Kudus 1570M / 978 H, memiliki anak yaitu:

27. As-Sayyid Shaleh Azmatkhan (Panembahan Pekaos), Menikah dengan Ratu Maduratna binti Khalifah Ismail bin Khalifah Ibrahim bin Khalifah Sughra bin Khalifah Husain (Sultan/ Raja Madura Pertama/ Pendiri Kerajaan Madura), Wafat di Surabaya 1590 M / 998 H, memiliki anak yaitu:

28. As-Sayyid Ahmad Baidhawi Azmatkhan (Pangeran Ketandhur Bangkal), menikah dengan Dewi Pandanaran binti Ki Ageng Pandanaran II alias Sunan Tembayat alias Bupati Semarang II, wafat di Sumenep Jawa Timur 1610 M / 1019 H, memiliki anak yaitu:

29. As-Sayyid Yusuf Azmatkhan (Pangeran Waliyul Ilmi), menikah dengan Fathimah binti Yusuf Anggawi Al-Hasan, wafat di Madura 1630 M / 1039 H, memiliki anak yaitu:

30. As-Sayyid Abdul Wahid Azmatkhan (Pangeran Dipakusuma (Suami Ke-1) / Menantu Susuhunan Abdurrahman Khalifatul Mukminin Sayyidul Imam (Pendiri Kesultanan Palembang Darussalam, menikah dengan putrinya yang bernama Raden Ayu Dipakusuma binti Susuhunan Abdurrahman Khalifatul Mukminin Sayyidul Imam, Sayyid Abdul Wahid adalah Suami Ke-1 dari Raden Ayu Dipa Kesuma, Pernikahan hanya berlangsung singkat, yaitu 2 tahun. Sedangkan setelah bercerai hidup dan selesai massa iddahnya, Raden Ayu dipakusuma menikah untuk kedua kalinya dengan Pangeran Dipakusuma (suami Ke-2) bin Pangeran Sedo Ing Rejek bin Pangeran Sedo Ing Pasarean). Adapun As-Sayyid Abdul Wahid Azmatkhan (pangeran Dipakusuma – Suami Pertama), Wafat di Palembang (saat Pulang dari Makkah dan singgah di Palembang< pada tahun 1712 M / 1124 H, dan jasad beliau di bawa ke Madura dimakamkan di Pemakaman Waliyullah Pangeran Ketandhur Bangkal, Bangkalan, Madura. As-Sayyid Abdul Wahid Azmatkhan memiliki anak yaitu:

31. As-Sayyid Hasan Azmatkhan (Pangeran Dipakusuma II, gelar ini dipakai untuk mengingatkan bahwa ia masih putera dari Raden Ayu Dipa Kesuma bin Susuhanan Abdurrahman Sunan Candi Walang dari pernikahan pertamanya dengan As-Sayyid Abdul Wahid Azmatkhan (Pangeran Dipakusuma (Suami Ke-1) ), sejak tahun 1779 M As-Sayyid Hasan Azmatkhan tercatat sebagai Imam Masjidil Haram Makkah Mukarramah, ia menikah dengan Putri Hijaz Al-Hasani, yaitu Sharifa Muzeyma binti Al-Malik Ghalib (Raja Hijaz), wafat di Makam Baqi' Madinah Munawwarah, Saudi Arabia 1814 M / 1229 H, memiliki anak yaitu:

32. As-Sayyid Sulaiman Azmatkhan (Pangeran Dipakusuma III), sejak tahun 1814 M / 1229 H tercatat sebagai Imam Masjidil Haram Makkah Mukarramah, ia menikah dengan Fathimah binti Musthofa bin Muhammad bin Ahmad bin Zaini bin Qadir bin Abdul Wahhab bin Muhammad bin Abdurrazzaq bin Ali bin Ahmad bin Ahmad Al-Mutsanna bin Muhammad bin Zakariya bin Yahya bin Muhammad bin Abi Abdillah bin Al-Hasan bin Syekh Abdul Qadir Al-Jailani Al-Hasani[4], wafat di Madinah Munawwarah, Saudi Arabia 1834 M / 1250 H, memiliki anak yaitu:

33. As-Sayyid Makkiy Azmatkhan (Mufti Besar Hijaz dari Pemerintahan Amir 'Abdullah Kamil Pasha bin Muhammad), sejak tahun 1834 M / 1250 H tercatat sebagai Imam Masjidil Haram Makkah Al-Mukarramah, ia menikah dengan Maryam (puteri Ke-2) binti Imam Nawawi Al-Bantani Azmatkhan (dan hidup di Makkah), wafat di Madinah Al-Munawwarah, 1877 M / 1294 H, memiliki anak yaitu:
As-Sayyid Makkiy Azmatkhan adalah Suami Pertama dari Maryam binti Imam Nawawi Al-Bantani, karena setelah bercerai hidup, Maryam binti Imam Nawawi menikah ke-2 kalinya dengan KH. Asro'i Bawean.
As-Sayyid Makkiy Azmatkhan melahirkan anak bernama:

34. As-Sayyid Mujtaba Azmatkhan (Pangeran Macan Putih I/ Sultan Blambangan Islam/ Sultan Tawang Alun), menikah dengan putri bungsu Pangeran Diponegoro, yaitu Raden Ayu Putri Muna Adimah Ash-Shugra Azmatkhan binti Pangeran Diponegoro. Menurut riwayat Ada 2 nama Putri Pangeran Diponegoro yang bernama Putri Muna Adima, yaitu:
a. Raden Ayu Putri Muna Adimah Ash-Kubra dari Puteri Pangeran Diponegoro yang berasal dari Isteri Jawa.
b. Raden Ayu Putri Muna Adimah Ash-Sughra dari Isteri Pangeran Diponegoro yang berasal dari Isteri Makasar. Yang kedua ini menikah dengan Sayyid Mujtaba. Sayyid Mujtaba wafat di Banyuwangi 1897 M / 1315 H, memiliki anak yaitu:

35. As-Sayyid Mushthafa Azmatkhan (Pangeran Macan Putih II), menikah dengan Syarifah Hamatun Mujahidah (Hamatun II) binti Imam Bonjol, wafat di Banyuwangi 1917 M / 1335 H, memiliki anak yaitu:

36. As-Sayyid Abdurrazzaq Azmatkhan (Pangeran Macan Putih III), menikah dengan Ummu Banin binti Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi Azmatkhan, wafat di Banyuwangi 1937 M / 1356 H, memiliki anak yaitu:

37. As-Sayyid Bahruddin Azmatkhan (Panembahan Wali Qutub II), menikah dengan Amnah binti Munir bin Siraj bin Abdullah Faqih Azmatkhan, wafat di Banyuwangi 1992 M / 1413 H, memiliki anak yaitu:

38. As-Sayyid Muhammad Misbah Azmatkhan (Pangeran Tawang Alun II), menikah dengan Syarifah Ummul Khoir Salmah Diponegoro Azmatkhan binti Muhammad Mubin Azmatkhan.

39. As-Sayyid Shohibul Faroji Azmatkhan (Syekh Mufti Pangeran Penghulu Nata Agama / Mufti Besar Kesultanan Palembang Darussalam pada Pemerintahan Sultan Iskandar Mahmud Badaruddin).

Referensi:
1. As-Sayyid Abdurrahman bin Muhammad bin Husain Al-Masyhur, Syamsuzh Zhahirah, Penerbit. Mathba'ah Mulia Al-Attasiyyah, Surabaya, 1954, halaman 1-65

2. As-Sayyid Bahruddin Azmatkhan, Kitab Al-Mausuu'ah Li Ansaabi Al-Imam Al-Husaini, Penerbit Madawis, Jakarta, halaman 63

3. Catatan Nasab dari Kerajaan Hijaz, Saudi Arabia, pada tahun 1878

4. Catatan Nasab dari Kesultanan Bangkalan

5. Pohon Nasab Keluarga Shohibul Faroji Azmatkhan, yang diserahkan dan simpan di Keraton Kesultanan Palembang, dalam lembaran kertas ukuran A0, disimpan dan dipegang oleh Sultan Iskandar Mahmud Badaruddin.

Semoga data-data ini, bisa melengkapi informasi tentang Shohibul Faroji Azmatkhan. Agar tidak terjadi kesalahpahaman (miss-informasi).

Wassalamu 'alaikum

Al-Faqir Fillah Hamzah Arifin

anandakemas - May 6, 2014

Silahkan tunjukkan bukti-bukti yang disebutkan tersebut secara nyata termasuk buku catatan nasab yang katanya telah dikumpulkan selama berpuluh tahun oleh yang Anda sebut Bahruddin Azmatkhan tersebut. Saya ingin lihat dengan mata kepala saya sendiri bahwa buku tersebut nyata dan memang sesuai dengan klaim-klaimnya selama ini. Bila perlu kita bertemu dengan dihadiri oleh para saksi ahli yang dihadirkan oleh kedua belah pihak dan bila perlu kita rekam dan kita publikasikan hasilnya setelah pertemuan tersebut.

Saya tunggu jawaban Anda.

3. Zulfikar rahmat - May 3, 2014

Assalamu Alaikum….

Menarik membaca tulisan diatas dari saudara kemas, terus terang setelah saya membaca tulisan tersebut, saya jadi teringat akan konflik yang pernah terjadi di Kesultanan Palembang yang beberapa tahun lalu antara dua Sultan,, yang pertama Sultan Iskandar dan yang kedua Sultan Syafi’i. Kedua-duanya menyatakan diri sebagai Sultan Palembang. Kedua-duanya sampai saat ini boleh dikatakan masih merasakan kondisi konflik tersebut.

Tapi menurut saya ada baiknya jika konflik tersebut tidak harus menyebabkan putusnya tali silaturahmi sesama muslim. Toh jika dilihat secara fakta,yang ada kedua sultan tersebut hanyalah merupakan simbol, apalagi kemunculan mereka baru sekitar tahun 2000 an saja.. Mungkin menurut saya kedua sultan tersebut sudah saatnya harus memulai rekonsiliasi, silaturahim sepertinya lebih penting daripada kekuasaan semata.

Berkaitan dengan masalah Kyai Shohibul Faroji yang merupakan mufti kesultanan dari Sultan Iskandar, lebih baik saran saya coba adakan pertemuan dengan beliau atau dengan Sultan Iskandar untuk melakukan konfirmasi atau tabayyun. Mungkin dengan jalan tabayun justru makin membuat fihak saling bisa memahami. Langkah Tabayun adalah sebuah langkah yang indah. Saya fikir Tabayun ini tidak salah jika dilakukan, apalagi jika saya lihat semua data tentang Kyai Shohibul Faroji lengkap dan jelas, bahkan menurut beberapa teman saya, Kyai tersebut juga memiliki akun fb bahkan jika ada fihak yang ingin menemui beliau, menurut beberapa teman saya cukup mudah…

Jadi saran saya ada baiknya saudara kemas dan mungkin beberapa Dzuriyyah Kesultanan Palembang melakukan tabayun terhadap beliau ini,, karena dengan tabayun saya yakin semua masalah bisa diselesaikan dengan bijaksana, tidak ada kesalahfahaman yang tidak bisa diselesaikan, semua bisa diselesaikan jika masing masing fihak mau bekerjasama dan silaturahim.Ketimbang sudara kemas resah dan begitu juga Dzuriyah Kesultanan Palembang, lebih baik temui beliau dan coba adakan diskusi atau kajian, siapa tahu banyak hal bisa saling melengkapi, bukankah dengan diadakan diskusi, dialog akan lebih indah……

Semoga sudara kemas dan juga keluarga besar Dzuriiyah Kesultanan Palembang diberkahi dan dirahmati Allah…Amin…

anandakemas - June 13, 2014

Salam.

Terimakasih atas sarannya.

Tapi saya rasa konfirmasi itu harusnya datang dari yang bersangkutan. Kalau memang yang bersangkutan merasa benar, silahkan keluarkan bukti otentik sebagaimana yang telah saya jabarkan dalam komentar di atas, adakan pertemuan untuk membuktikan semua klaim yang sudah dia buat dan sebar luarkan beritanya di internet.

Kalau dengan mangcek Iskandar (R. Mahmud Badaruddin), saya sudah bertemu dengan beliau. Dan sayangnya beliau bukanlah orang yang peduli dan paham mengenai sejarah Palembang. Justru inilah yang menjadi celah bagi Faroji untuk menipu dan mengklaim dirinya sebagaimana yang sudah ia katakan.

Demikian. Terimakasih atas doa Anda.

Salam

abdillah bin saleh alhaddar - November 5, 2014

Shohibul Faroji Azmatkhan Ba’alawi Al-Husaini alias pak sohib sedang buron dan dicari2 oleh habaaib banyuwangi untuk diminta pertanggungan jawabnya.

4. nyai ageng kajoran - December 21, 2014

Asskum wr wb, saya adalah pemegang ranji silsilah sunan tembayat, alias Sunan Pandanaran II , tidak ada nama ini sbg putri Sunan Tembayat dan Mantu Sunan Tembayat, mas ananda kemas bisa tlpn nyai nanti sy akan jelaskan dn ksh buktinya !!

Catatan ini ngawur :

8. As-Sayyid Ahmad Baidhawi Azmatkhan (Pangeran Ketandhur Bangkal), menikah dengan Dewi Pandanaran binti Ki Ageng Pandanaran II alias Sunan Tembayat alias Bupati Semarang II, wafat di Sumenep Jawa Timur 1610 M / 1019 H, memiliki anak yaitu:

29. As-Sayyid Yusuf Azmatkhan (Pangeran Waliyul Ilmi), menikah dengan Fathimah binti Yusuf Anggawi Al-Hasan, wafat di Madura 1630 M / 1039 H, memiliki anak yaitu:

30. As-Sayyid Abdul Wahid Azmatkhan (Pangeran Dipakusuma (Suami Ke-1) / Menantu Susuhunan Abdurrahman Khalifatul Mukminin Sayyidul Imam (Pendiri Kesultanan Palembang Darussalam, menikah dengan putrinya yang bernama Raden Ayu Dipakusuma binti Susuhunan Abdurrahman Khalifatul Mukminin Sayyidul Imam, Sayyid Abdul Wahid adalah Suami Ke-1 dari Raden Ayu Dipa Kesuma, Pernikahan hanya berlangsung singkat, yaitu 2 tahun. Sedangkan setelah bercerai hidup dan selesai massa iddahnya, Raden Ayu dipakusuma menikah untuk kedua kalinya dengan Pangeran Dipakusuma (suami Ke-2) bin Pangeran Sedo Ing Rejek bin Pangeran Sedo Ing Pasarean). Adapun As-Sayyid Abdul Wahid Azmatkhan (pangeran Dipakusuma – Suami Pertama), Wafat di Palembang (saat Pulang dari Makkah dan singgah di Palembang< pada tahun 1712 M / 1124 H, dan jasad beliau di bawa ke Madura dimakamkan di Pemakaman Waliyullah Pangeran Ketandhur Bangkal, Bangkalan, Madura. As-Sayyid Abdul Wahid Azmatkhan memiliki anak yaitu:

31. As-Sayyid Hasan Azmatkhan (Pangeran Dipakusuma II, gelar ini dipakai untuk mengingatkan bahwa ia masih putera dari Raden Ayu Dipa Kesuma bin Susuhanan Abdurrahman Sunan Candi Walang dari pernikahan pertamanya dengan As-Sayyid Abdul Wahid Azmatkhan (Pangeran Dipakusuma (Suami Ke-1) ), sejak tahun 1779 M As-Sayyid Hasan Azmatkhan tercatat sebagai Imam Masjidil Haram Makkah Mukarramah, ia menikah dengan Putri Hijaz Al-Hasani, yaitu Sharifa Muzeyma binti Al-Malik Ghalib (Raja Hijaz), wafat di Makam Baqi' Madinah Munawwarah, Saudi Arabia 1814 M / 1229 H, memiliki anak yaitu:

32. As-Sayyid Sulaiman Azmatkhan (Pangeran Dipakusuma III), sejak tahun 1814 M / 1229 H tercatat sebagai Imam Masjidil Haram Makkah Mukarramah, ia menikah dengan Fathimah binti Musthofa bin Muhammad bin Ahmad bin Zaini bin Qadir bin Abdul Wahhab bin Muhammad bin Abdurrazzaq bin Ali bin Ahmad bin Ahmad Al-Mutsanna bin Muhammad bin Zakariya bin Yahya bin Muhammad bin Abi Abdillah bin Al-Hasan bin Syekh Abdul Qadir Al-Jailani Al-Hasani[4], wafat di Madinah Munawwarah, Saudi Arabia 1834 M / 1250 H, memiliki anak yaitu:

33. As-Sayyid Makkiy Azmatkhan (Mufti Besar Hijaz dari Pemerintahan Amir 'Abdullah Kamil Pasha bin Muhammad), sejak tahun 1834 M / 1250 H tercatat sebagai Imam Masjidil Haram Makkah Al-Mukarramah, ia menikah dengan Maryam (puteri Ke-2) binti Imam Nawawi Al-Bantani Azmatkhan (dan hidup di Makkah), wafat di Madinah Al-Munawwarah, 1877 M / 1294 H, memiliki anak yaitu:
As-Sayyid Makkiy Azmatkhan adalah Suami Pertama dari Maryam binti Imam Nawawi Al-Bantani, karena setelah bercerai hidup, Maryam binti Imam Nawawi menikah ke-2 kalinya dengan KH. Asro'i Bawean.
As-Sayyid Makkiy Azmatkhan melahirkan anak bernama:

34. As-Sayyid Mujtaba Azmatkhan (Pangeran Macan Putih I/ Sultan Blambangan Islam/ Sultan Tawang Alun), menikah dengan putri bungsu Pangeran Diponegoro, yaitu Raden Ayu Putri Muna Adimah Ash-Shugra Azmatkhan binti Pangeran Diponegoro. Menurut riwayat Ada 2 nama Putri Pangeran Diponegoro yang bernama Putri Muna Adima, yaitu:
a. Raden Ayu Putri Muna Adimah Ash-Kubra dari Puteri Pangeran Diponegoro yang berasal dari Isteri Jawa.
b. Raden Ayu Putri Muna Adimah Ash-Sughra dari Isteri Pangeran Diponegoro yang berasal dari Isteri Makasar. Yang kedua ini menikah dengan Sayyid Mujtaba. Sayyid Mujtaba wafat di Banyuwangi 1897 M / 1315 H, memiliki anak yaitu:

35. As-Sayyid Mushthafa Azmatkhan (Pangeran Macan Putih II), menikah dengan Syarifah Hamatun Mujahidah (Hamatun II) binti Imam Bonjol, wafat di Banyuwangi 1917 M / 1335 H, memiliki anak yaitu:

36. As-Sayyid Abdurrazzaq Azmatkhan (Pangeran Macan Putih III), menikah dengan Ummu Banin binti Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi Azmatkhan, wafat di Banyuwangi 1937 M / 1356 H, memiliki anak yaitu:

37. As-Sayyid Bahruddin Azmatkhan (Panembahan Wali Qutub II), menikah dengan Amnah binti Munir bin Siraj bin Abdullah Faqih Azmatkhan, wafat di Banyuwangi 1992 M / 1413 H, memiliki anak yaitu:

38. As-Sayyid Muhammad Misbah Azmatkhan (Pangeran Tawang Alun II), menikah dengan Syarifah Ummul Khoir Salmah Diponegoro Azmatkhan binti Muhammad Mubin Azmatkhan.

39. As-Sayyid Shohibul Faroji Azmatkhan (Syekh Mufti Pangeran Penghulu Nata Agama / Mufti Besar Kesultanan Palembang Darussalam pada Pemerintahan Sultan Iskandar Mahmud Badaruddin).

Referensi:
1. As-Sayyid Abdurrahman bin Muhammad bin Husain Al-Masyhur, Syamsuzh Zhahirah, Penerbit. Mathba'ah Mulia Al-Attasiyyah, Surabaya, 1954, halaman 1-65

2. As-Sayyid Bahruddin Azmatkhan, Kitab Al-Mausuu'ah Li Ansaabi Al-Imam Al-Husaini, Penerbit Madawis, Jakarta, halaman 63

3. Catatan Nasab dari Kerajaan Hijaz, Saudi Arabia, pada tahun 1878

4. Catatan Nasab dari Kesultanan Bangkalan

5. Pohon Nasab Keluarga Shohibul Faroji Azmatkhan, yang diserahkan dan simpan di Keraton Kesultanan Palembang, dalam lembaran kertas ukuran A0, disimpan dan dipegang oleh Sultan Iskandar Mahmud Badaruddin.

Semoga data-data ini, bisa melengkapi informasi tentang Shohibul Faroji Azmatkhan. Agar tidak terjadi kesalahpahaman (miss-informasi).

Wassalamu 'alaikum

Al-Faqir Fillah Hamzah Arifin

5. nyai ageng kajoran - December 21, 2014

Perlu diketahui olh semua nya bahwa Sunan Pandanaran / Sunan Tembayat hidup pada jaman Prabu Brawijaya V, jaman Raden Patah Demak, Jaman Sunan Kalijaga itu sekitar abad 14 sekian, sdg pangeran ketandur hidup pada 1610 jaman pati unus, sungguh rentang usia yg sangat jauh utk pernikahan dewi pandanaran dgn pangeran ketandur. Memang pangeran ketandur menikahi nenek nenek berusia 200 tahun gitu ??? Jelas disini saja sdh ada kesalahan besar dlm hal penyusunan nasab nya si faroji ini. Kalau mau silsilah asli klrg besar Sunan Tembayat yg mencatat rapi garis keturunan laki laki dn perempuannya bisa minta ke saya…. Sy menyimpan catatan hingga keturunan ke 13 di 2014 ini.

Data ini tertolak dgn sendirinya :

8. As-Sayyid Ahmad Baidhawi Azmatkhan (Pangeran Ketandhur Bangkal), menikah dengan Dewi Pandanaran binti Ki Ageng Pandanaran II alias Sunan Tembayat alias Bupati Semarang II, wafat di Sumenep Jawa Timur 1610 M / 1019 H, memiliki anak yaitu:

29. As-Sayyid Yusuf Azmatkhan (Pangeran Waliyul Ilmi), menikah dengan Fathimah binti Yusuf Anggawi Al-Hasan, wafat di Madura 1630 M / 1039 H, memiliki anak yaitu:

30. As-Sayyid Abdul Wahid Azmatkhan (Pangeran Dipakusuma (Suami Ke-1) / Menantu Susuhunan Abdurrahman Khalifatul Mukminin Sayyidul Imam (Pendiri Kesultanan Palembang Darussalam, menikah dengan putrinya yang bernama Raden Ayu Dipakusuma binti Susuhunan Abdurrahman Khalifatul Mukminin Sayyidul Imam, Sayyid Abdul Wahid adalah Suami Ke-1 dari Raden Ayu Dipa Kesuma, Pernikahan hanya berlangsung singkat, yaitu 2 tahun. Sedangkan setelah bercerai hidup dan selesai massa iddahnya, Raden Ayu dipakusuma menikah untuk kedua kalinya dengan Pangeran Dipakusuma (suami Ke-2) bin Pangeran Sedo Ing Rejek bin Pangeran Sedo Ing Pasarean). Adapun As-Sayyid Abdul Wahid Azmatkhan (pangeran Dipakusuma – Suami Pertama), Wafat di Palembang (saat Pulang dari Makkah dan singgah di Palembang< pada tahun 1712 M / 1124 H, dan jasad beliau di bawa ke Madura dimakamkan di Pemakaman Waliyullah Pangeran Ketandhur Bangkal, Bangkalan, Madura. As-Sayyid Abdul Wahid Azmatkhan memiliki anak yaitu:

31. As-Sayyid Hasan Azmatkhan (Pangeran Dipakusuma II, gelar ini dipakai untuk mengingatkan bahwa ia masih putera dari Raden Ayu Dipa Kesuma bin Susuhanan Abdurrahman Sunan Candi Walang dari pernikahan pertamanya dengan As-Sayyid Abdul Wahid Azmatkhan (Pangeran Dipakusuma (Suami Ke-1) ), sejak tahun 1779 M As-Sayyid Hasan Azmatkhan tercatat sebagai Imam Masjidil Haram Makkah Mukarramah, ia menikah dengan Putri Hijaz Al-Hasani, yaitu Sharifa Muzeyma binti Al-Malik Ghalib (Raja Hijaz), wafat di Makam Baqi' Madinah Munawwarah, Saudi Arabia 1814 M / 1229 H, memiliki anak yaitu:

32. As-Sayyid Sulaiman Azmatkhan (Pangeran Dipakusuma III), sejak tahun 1814 M / 1229 H tercatat sebagai Imam Masjidil Haram Makkah Mukarramah, ia menikah dengan Fathimah binti Musthofa bin Muhammad bin Ahmad bin Zaini bin Qadir bin Abdul Wahhab bin Muhammad bin Abdurrazzaq bin Ali bin Ahmad bin Ahmad Al-Mutsanna bin Muhammad bin Zakariya bin Yahya bin Muhammad bin Abi Abdillah bin Al-Hasan bin Syekh Abdul Qadir Al-Jailani Al-Hasani[4], wafat di Madinah Munawwarah, Saudi Arabia 1834 M / 1250 H, memiliki anak yaitu:

33. As-Sayyid Makkiy Azmatkhan (Mufti Besar Hijaz dari Pemerintahan Amir 'Abdullah Kamil Pasha bin Muhammad), sejak tahun 1834 M / 1250 H tercatat sebagai Imam Masjidil Haram Makkah Al-Mukarramah, ia menikah dengan Maryam (puteri Ke-2) binti Imam Nawawi Al-Bantani Azmatkhan (dan hidup di Makkah), wafat di Madinah Al-Munawwarah, 1877 M / 1294 H, memiliki anak yaitu:
As-Sayyid Makkiy Azmatkhan adalah Suami Pertama dari Maryam binti Imam Nawawi Al-Bantani, karena setelah bercerai hidup, Maryam binti Imam Nawawi menikah ke-2 kalinya dengan KH. Asro'i Bawean.
As-Sayyid Makkiy Azmatkhan melahirkan anak bernama:

34. As-Sayyid Mujtaba Azmatkhan (Pangeran Macan Putih I/ Sultan Blambangan Islam/ Sultan Tawang Alun), menikah dengan putri bungsu Pangeran Diponegoro, yaitu Raden Ayu Putri Muna Adimah Ash-Shugra Azmatkhan binti Pangeran Diponegoro. Menurut riwayat Ada 2 nama Putri Pangeran Diponegoro yang bernama Putri Muna Adima, yaitu:
a. Raden Ayu Putri Muna Adimah Ash-Kubra dari Puteri Pangeran Diponegoro yang berasal dari Isteri Jawa.
b. Raden Ayu Putri Muna Adimah Ash-Sughra dari Isteri Pangeran Diponegoro yang berasal dari Isteri Makasar. Yang kedua ini menikah dengan Sayyid Mujtaba. Sayyid Mujtaba wafat di Banyuwangi 1897 M / 1315 H, memiliki anak yaitu:

35. As-Sayyid Mushthafa Azmatkhan (Pangeran Macan Putih II), menikah dengan Syarifah Hamatun Mujahidah (Hamatun II) binti Imam Bonjol, wafat di Banyuwangi 1917 M / 1335 H, memiliki anak yaitu:

36. As-Sayyid Abdurrazzaq Azmatkhan (Pangeran Macan Putih III), menikah dengan Ummu Banin binti Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi Azmatkhan, wafat di Banyuwangi 1937 M / 1356 H, memiliki anak yaitu:

37. As-Sayyid Bahruddin Azmatkhan (Panembahan Wali Qutub II), menikah dengan Amnah binti Munir bin Siraj bin Abdullah Faqih Azmatkhan, wafat di Banyuwangi 1992 M / 1413 H, memiliki anak yaitu:

38. As-Sayyid Muhammad Misbah Azmatkhan (Pangeran Tawang Alun II), menikah dengan Syarifah Ummul Khoir Salmah Diponegoro Azmatkhan binti Muhammad Mubin Azmatkhan.

39. As-Sayyid Shohibul Faroji Azmatkhan (Syekh Mufti Pangeran Penghulu Nata Agama / Mufti Besar Kesultanan Palembang Darussalam pada Pemerintahan Sultan Iskandar Mahmud Badaruddin).

Referensi:
1. As-Sayyid Abdurrahman bin Muhammad bin Husain Al-Masyhur, Syamsuzh Zhahirah, Penerbit. Mathba'ah Mulia Al-Attasiyyah, Surabaya, 1954, halaman 1-65

2. As-Sayyid Bahruddin Azmatkhan, Kitab Al-Mausuu'ah Li Ansaabi Al-Imam Al-Husaini, Penerbit Madawis, Jakarta, halaman 63

3. Catatan Nasab dari Kerajaan Hijaz, Saudi Arabia, pada tahun 1878

4. Catatan Nasab dari Kesultanan Bangkalan

5. Pohon Nasab Keluarga Shohibul Faroji Azmatkhan, yang diserahkan dan simpan di Keraton Kesultanan Palembang, dalam lembaran kertas ukuran A0, disimpan dan dipegang oleh Sultan Iskandar Mahmud Badaruddin.

Semoga data-data ini, bisa melengkapi informasi tentang Shohibul Faroji Azmatkhan. Agar tidak terjadi kesalahpahaman (miss-informasi).

Wassalamu 'alaikum

Al-Faqir Fillah Hamzah Arifin

6. nyai ageng kajoran - December 22, 2014

SILAHKAN DITELITI KEMBALI OLEH PARA AHLI NASAB NAQOBAH ALI AZMATKHAN, MD-RA, NAQOBAH ASROF, Data otentik di bawah ini catatan Asli Keluarga Besar Sunan Tembayat.

Ada 4 Generasi yg di hilangkan olh Faroji utk memuluskan Nasab nya….. Jika jalur perempuan / ibu yg melahirkan nya saja salah bagaimana dgn persambungan jalur laki lakinya ??? Tidak Mungkin kan Jejaka menikahi Nenek Nenek berusia 200 tahun. Monggo di cek kembali. Bila kurang jelas data di bawah silahkan kirim email anda insyaalloh sy kirim kan by email biar lbh jelas utk di pelajari.

Melalui Ranji Silsilah Klrg Besar Sunan Tembayat ini Terbukti ada 4 Generasi yg dihilangkan Faroji utk memuluskan catatan nasabnya melalui jalur Pangeran Ketandur ( trah Sunan Kudus ) dan melalui Dewi Pandanaran Binti Sunan Pandanaran II / Sunan Tembayat ( yg namanya tak pernah ada dalam sejarah klrg besar Sunan Tembayat dn hidup di abad 16 ). Dalam catatan silsilah nasab klrg besar Sunan Tembayat terbukti Putri Putrinya pada masa remaja hidup di abad 14 sejaman dgn Prabu Brawijaya, Raden Patah Demak dan Sunan Kalijaga.

#”Rekonstruksi Nasab Sunan Tembayat / Sunan Pandanaran II Menantu dari Sunan Pandanaran I Bupati Semarang”

Dalam catatan Habib Bahruddin Azmatkhan Ba’alawi Al-Husaini 1979 ( Kakek nya Kyai Faroji )

===> tertulis bahwa Sunan Tembayat hidup pada masa Abad 16 dan ayah beliau merupakan menantu pati unus. SEDANG YG BENAR adalah Sunan Tembayat Hidup pada Abad 14 jauh sblm Pati Unus lahir. Beliau meninggal pada 1418 sepulang dari melawat ke Tuban. Jadi tidak benar bila beliau ini menulis bahwa Sunan Pandanaran II putra Sayyid Abdul Qodir menantu Pati Unus. Dua Catatan TERTOLAK saya temukan , satu tentang Nasab Sunan Pandanaran, Satu tentang Nasab Raden Patah Demak sbg putra Sultan Abdullah Umatuddin.

Sunan Tembayat hidup di abad 14 di buktikan dgn Tarikh gapura Segoro Muncar di tembayat 1426 dibangun setelah beliau meninggal dunia, pada. Beliau putra Pangeran Tumapel / Syech Kambyah bin Sunan Ampel Denta Surabaya. Masa Hidup beliau sejaman dgn Sunan Gunung Jati bukan sejaman dgn pati unus menantu Sunan Gunung Jati.

Sunan Tembayat / Sunan Pandanaran II menjadi menantu Sunan Pandanaran I Bupati Semarang. BUKAN ANAK !! Jadi jelas ayah sunan tembayat BUKAN Sayyid Abdul Qodir bergelar Maulana Islam lahir di Pasai yg konon katanya merupakan putra Sunan Giri / Maulana Ishaq. Ini sesuai kesaksian hidup keturunan klrg besar Sunan Tembayat sendiri, di Bayat, Klaten.

Distorsi sejarah dan pemerkosaan sejarah ini sy temukan dalam catatan Habib Bahruddin Azmatkhan Ba’alawi Al-Husaini 1979 ( kakek nya Kyai Faroji.) Yang banyak disebar luaskan di Internet. Karena catatan beliau tahun 1979 sangat BERTOLAK BELAKANG dgn catatan sejarah yg lbh tua lagi milik klrg besar sunan pandanaran II sendiri ditulis tangan olh Sunan Pandanaran pada abad 14, catatan th 1898 dan tahun 1926… Terutama bertolak belakang dgn Ranji Silsilah Kuno Sunan Tembayat / Sunan Pandanaran II yg tertulis dalam huruf Jawa dan Huruf Pegon. Juga tertolak olh Ranji Silsilah Klrg Kajoran yg merupakan Jalur menantu dari Sunan Tembayat, Ini sy lampirkan yg sdh di latinkan olh Ngabehi Padmosusastro pujangga kraton solo 1898 dan dilatinkan olh Raden Ngabehi Tjandrapradanta th 1926. Utk pegon dan jawa nya di simpan olh mertua saya trah pangeran kajoran menantu klrg tembayat. Semoga bermanfaat dn dapat memperbaiki Distorsi sejarah selama ini.

INI SILSILAH ASLI SUNAN TEMBAYAT / SUNAN PANDANARAN II MAKAM ING TEMBAYAT TIDAK ADA PUTRINYA BERNAMA DEWI PANDANARAN DAN MENANTUNYA BERNAMA PANGERAN KETANDUR DARI BANGKALAN MADURA :

→ Nabi Muhammad SAW .
→ Sayyidah Fathimah Az-Zahra .
→ Al-Imam Sayyidina Hussain
→ Sayyidina ‘Ali Zainal ‘Abidin
→ Sayyidina Muhammad Al Baqir
→ Sayyidina Ja’far As-Sodiq .
→ Sayyid Al-Imam Ali Uradhi .
→ Sayyid Muhammad An-Naqib .
→ Sayyid ‘Isa Naqib Ar-Rumi
→ Ahmad al-Muhajir .
→ Sayyid Al-Imam ‘Ubaidillah .
→ Sayyid Alawi Awwal .
→ Sayyid Muhammad Sohibus Saumi’ah .
→ Sayyid Alawi Ats-Tsani .
→ Sayyid Ali Kholi’ Qosim .
→ Muhammad Sohib Mirbath .
→ Sayyid Alawi Ammil Faqih .
→ Al Imam Abdul Malik Azmatkhan
→ Sayyid Abdullah Azmatkhan .
→ Sayyid Ahmad Shah Jalal .

→ Sayyid Syaikh Jumadil Qubro al-Husaini or Syeikh Jamaluddin Akbar al-Husaini .

→ Syeikh Maulana Malik Ibrahim Asmara Qandi

→ Sayyid Ampel Denta Surabaya

→ Pangeran Tumapel / Syaikh Kambyah berputra :

1. Sunan Pandanaran Makam Ing Tembayat
2. Adipati Semarang III
3. Nyai Ageng Ngilir I ( semarang )
4. Pangeran Bojong ( semarang )
5. Pangeran Wotgaleh ( leluhur Kajoran )

SUNAN PANDANARAN MAKAM ING TEMBAYAT berputra :

1. Panembahan Djiwo
2. Nyai Ageng Giring II + Kyai Ageng Giring II
3. RAy. Panembahan Agung + Panembahan Agung Kajoran
4. RAy. Biting + Panembahan Agung Kajoran

===> PANEMBAHAN DJIWO berputra :
1. Panembahan Minangkabul / Panembahan Kabo Ing Tembayat…..

2. Panembahan Minanglangse / Panembahan Pase

===> PANEMBAHAN MINANGKABUL / Panembahan Kabo beputra :

.Pangeran Majid Wetan I beputra :

a. Pangeran Winongan
b. Pangeran Masjid Wetan II
c. Pangeran Sumendi / Semendi. ( leluhur klrg Semendi di Pasuruan )
d. Raden Ayu Wongso Dipo + Adipati Martopuro ing Jeporo
e. Pangeran Wongsodriyo
f. Pangeran Panengah
g. Pangeran Wuragil

===> PANEMBAHAN MINANG LANGSE / PANEMBAHAN PASE beputra :

a. Pangeran Konang
b. Raden Ayu Onggoyudho + Raden Onggo yudo / Pangeran Alas
c. Pangeran Pancalan
d. Istri Pangeran Masjid Wetan….
e. Pangeran Pase Sumare Ing Nganti Nambeng
f. Pangeran Minang Sroyo

….. Dst-nya

Foto Kronologi

https://m.facebook.com/photo.php?fbid=686800721417395&id=100002624216759&set=a.110895259007947.15522.100002624216759&refid=13

7. Nyai Kajoran - December 23, 2014

INI ADALAH COPY RANJI SILSILAH KELUARGA BESAR SUNAN TEMBAYAT YG DI PEGANG KLRG KAMI ………. RANJI SILSILAH INI ASLINYA DI TULIS DGN HURUF PEGON DAN HURUF JAWA KAWI DIATAS KULIT KAMBING ……………
RANJI SILSILAH INI MEMATAHKAN KLAIM FAROJI BAHWA JALUR PEREMPUAN DIA DARI KLRG BESAR SUNAN TEMBAYAT ………..
DALAM CATATAN SEJARAH KELUARGA BESAR SUNAN TEMBAYAT TIDAK ADA NAMA DEWI PANDANARAN BINTI SUNAN TEMBAYAT II / SUNAN PANDANARAN II / BUPATI SEMARANG KE II. YANG HIDUP TAHUN 1610 – AN , DAN TIDAK ADA MENANTU SUNAN TEMBAYAT BERNAMA PANGERAN KETANDUR BANGKAL SUMENEP.
SECARA TIDAK LANGSUNG SILSILAH NASAB FAROJI YG BANYAK DISEBARB LUASKAN DI INTERNET PUN TERTOLAK DGN SENDIRI NYA. SO PUTRA PUTRI SUNAN TEMBAYAT HIDUP PADA JAMAN SUNAN KALIJAGA DAN RADEN PATAH DEMAK YAITU DI ABAD 14 BUKAN ABAD 16 SEPERTI KLAIM FAROJI …………………………….

=========> Ini adalah potongan nasab & penjelasan Faroji YG TERTOLAK oleh ranji silsilah klrg besar Sunan Tembayat yg kami pegang.

28. As-Sayyid Ahmad Baidhawi Azmatkhan (Pangeran Ketandhur Bangkal), menikah dengan Dewi Pandanaran binti Ki Ageng Pandanaran II alias Sunan Tembayat alias Bupati Semarang II, wafat di Sumenep Jawa Timur 1610 M / 1019 H, memiliki anak yaitu:
29. As-Sayyid Yusuf Azmatkhan (Pangeran Waliyul Ilmi), menikah dengan Fathimah binti Yusuf Anggawi Al-Hasan, wafat di Madura 1630 M / 1039 H, memiliki anak yaitu:

30. As-Sayyid Abdul Wahid Azmatkhan (Pangeran Dipakusuma (Suami Ke-1) / Menantu Susuhunan Abdurrahman Khalifatul Mukminin Sayyidul Imam (Pendiri Kesultanan Palembang Darussalam, menikah dengan putrinya yang bernama Raden Ayu Dipakusuma binti Susuhunan Abdurrahman Khalifatul Mukminin Sayyidul Imam, Sayyid Abdul Wahid adalah Suami Ke-1 dari Raden Ayu Dipa Kesuma, Pernikahan hanya berlangsung singkat, yaitu 2 tahun. Sedangkan setelah bercerai hidup dan selesai massa iddahnya, Raden Ayu dipakusuma menikah untuk kedua kalinya dengan Pangeran Dipakusuma (suami Ke-2) bin Pangeran Sedo Ing Rejek bin Pangeran Sedo Ing Pasarean). Adapun As-Sayyid Abdul Wahid Azmatkhan (pangeran Dipakusuma – Suami Pertama), Wafat di Palembang (saat Pulang dari Makkah dan singgah di Palembang< pada tahun 1712 M / 1124 H, dan jasad beliau di bawa ke Madura dimakamkan di Pemakaman Waliyullah Pangeran Ketandhur Bangkal, Bangkalan, Madura. As-Sayyid Abdul Wahid Azmatkhan memiliki anak yaitu:

31. As-Sayyid Hasan Azmatkhan (Pangeran Dipakusuma II, gelar ini dipakai untuk mengingatkan bahwa ia masih putera dari Raden Ayu Dipa Kesuma bin Susuhanan Abdurrahman Sunan Candi Walang dari pernikahan pertamanya dengan As-Sayyid Abdul Wahid Azmatkhan (Pangeran Dipakusuma (Suami Ke-1) ), sejak tahun 1779 M As-Sayyid Hasan Azmatkhan tercatat sebagai Imam Masjidil Haram Makkah Mukarramah, ia menikah dengan Putri Hijaz Al-Hasani, yaitu Sharifa Muzeyma binti Al-Malik Ghalib (Raja Hijaz), wafat di Makam Baqi' Madinah Munawwarah, Saudi Arabia 1814 M / 1229 H, memiliki anak yaitu:

32. As-Sayyid Sulaiman Azmatkhan (Pangeran Dipakusuma III), sejak tahun 1814 M / 1229 H tercatat sebagai Imam Masjidil Haram Makkah Mukarramah, ia menikah dengan Fathimah binti Musthofa bin Muhammad bin Ahmad bin Zaini bin Qadir bin Abdul Wahhab bin Muhammad bin Abdurrazzaq bin Ali bin Ahmad bin Ahmad Al-Mutsanna bin Muhammad bin Zakariya bin Yahya bin Muhammad bin Abi Abdillah bin Al-Hasan bin Syekh Abdul Qadir Al-Jailani Al-Hasani[4], wafat di Madinah Munawwarah, Saudi Arabia 1834 M / 1250 H, memiliki anak yaitu:

33. As-Sayyid Makkiy Azmatkhan (Mufti Besar Hijaz dari Pemerintahan Amir 'Abdullah Kamil Pasha bin Muhammad), sejak tahun 1834 M / 1250 H tercatat sebagai Imam Masjidil Haram Makkah Al-Mukarramah, ia menikah dengan Maryam (puteri Ke-2) binti Imam Nawawi Al-Bantani Azmatkhan (dan hidup di Makkah), wafat di Madinah Al-Munawwarah, 1877 M / 1294 H, memiliki anak yaitu:
As-Sayyid Makkiy Azmatkhan adalah Suami Pertama dari Maryam binti Imam Nawawi Al-Bantani, karena setelah bercerai hidup, Maryam binti Imam Nawawi menikah ke-2 kalinya dengan KH. Asro'i Bawean.
As-Sayyid Makkiy Azmatkhan melahirkan anak bernama:

34. As-Sayyid Mujtaba Azmatkhan (Pangeran Macan Putih I/ Sultan Blambangan Islam/ Sultan Tawang Alun), menikah dengan putri bungsu Pangeran Diponegoro, yaitu Raden Ayu Putri Muna Adimah Ash-Shugra Azmatkhan binti Pangeran Diponegoro. Menurut riwayat Ada 2 nama Putri Pangeran Diponegoro yang bernama Putri Muna Adima, yaitu:

a. Raden Ayu Putri Muna Adimah Ash-Kubra dari Puteri Pangeran Diponegoro yang berasal dari Isteri Jawa.
b. Raden Ayu Putri Muna Adimah Ash-Sughra dari Isteri Pangeran Diponegoro yang berasal dari Isteri Makasar. Yang kedua ini menikah dengan Sayyid Mujtaba. Sayyid Mujtaba wafat di Banyuwangi 1897 M / 1315 H, memiliki anak yaitu:

35. As-Sayyid Mushthafa Azmatkhan (Pangeran Macan Putih II), menikah dengan Syarifah Hamatun Mujahidah (Hamatun II) binti Imam Bonjol, wafat di Banyuwangi 1917 M / 1335 H, memiliki anak yaitu:

36. As-Sayyid Abdurrazzaq Azmatkhan (Pangeran Macan Putih III), menikah dengan Ummu Banin binti Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi Azmatkhan, wafat di Banyuwangi 1937 M / 1356 H, memiliki anak yaitu:

37. As-Sayyid Bahruddin Azmatkhan (Panembahan Wali Qutub II), menikah dengan Amnah binti Munir bin Siraj bin Abdullah Faqih Azmatkhan, wafat di Banyuwangi 1992 M / 1413 H, memiliki anak yaitu:

38. As-Sayyid Muhammad Misbah Azmatkhan (Pangeran Tawang Alun II), menikah dengan Syarifah Ummul Khoir Salmah Diponegoro Azmatkhan binti Muhammad Mubin Azmatkhan.

39. As-Sayyid Shohibul Faroji Azmatkhan (Syekh Mufti Pangeran Penghulu Nata Agama / Mufti Besar Kesultanan Palembang Darussalam pada Pemerintahan Sultan Iskandar Mahmud Badaruddin).

Referensi:
1. As-Sayyid Abdurrahman bin Muhammad bin Husain Al-Masyhur, Syamsuzh Zhahirah, Penerbit. Mathba'ah Mulia Al-Attasiyyah, Surabaya, 1954, halaman 1-65
2. As-Sayyid Bahruddin Azmatkhan, Kitab Al-Mausuu'ah Li Ansaabi Al-Imam Al-Husaini, Penerbit Madawis, Jakarta, halaman 63
3. Catatan Nasab dari Kerajaan Hijaz, Saudi Arabia, pada tahun 1878
4. Catatan Nasab dari Kesultanan Bangkalan
5. Pohon Nasab Keluarga Shohibul Faroji Azmatkhan, yang diserahkan dan simpan di Keraton Kesultanan Palembang, dalam lembaran kertas ukuran A0, disimpan dan dipegang oleh Sultan Iskandar Mahmud Badaruddin.

8. Nyai Kajoran - December 23, 2014

INI ADALAH COPY RANJI SILSILAH KELUARGA BESAR SUNAN TEMBAYAT YG DI PEGANG KLRG KAMI ………. RANJI SILSILAH INI ASLINYA DI TULIS DGN HURUF PEGON DAN HURUF JAWA KAWI DIATAS KULIT KAMBING ……………
RANJI SILSILAH INI MEMATAHKAN KLAIM FAROJI BAHWA JALUR PEREMPUAN DIA DARI KLRG BESAR SUNAN TEMBAYAT ………..
DALAM CATATAN SEJARAH KELUARGA BESAR SUNAN TEMBAYAT TIDAK ADA NAMA DEWI PANDANARAN BINTI SUNAN TEMBAYAT II / SUNAN PANDANARAN II / BUPATI SEMARANG KE II. YANG HIDUP TAHUN 1610 – AN , DAN TIDAK ADA MENANTU SUNAN TEMBAYAT BERNAMA PANGERAN KETANDUR BANGKAL SUMENEP.
SECARA TIDAK LANGSUNG SILSILAH NASAB FAROJI YG BANYAK DISEBARB LUASKAN DI INTERNET PUN TERTOLAK DGN SENDIRI NYA. SO PUTRA PUTRI SUNAN TEMBAYAT HIDUP PADA JAMAN SUNAN KALIJAGA DAN RADEN PATAH DEMAK YAITU DI ABAD 14 BUKAN ABAD 16 SEPERTI KLAIM FAROJI …………………………….
=========> Ini adalah potongan nasab & penjelasan Faroji YG TERTOLAK oleh ranji silsilah klrg besar Sunan Tembayat yg kami pegang.
28. As-Sayyid Ahmad Baidhawi Azmatkhan (Pangeran Ketandhur Bangkal), menikah dengan Dewi Pandanaran binti Ki Ageng Pandanaran II alias Sunan Tembayat alias Bupati Semarang II, wafat di Sumenep Jawa Timur 1610 M / 1019 H, memiliki anak yaitu:
29. As-Sayyid Yusuf Azmatkhan (Pangeran Waliyul Ilmi), menikah dengan Fathimah binti Yusuf Anggawi Al-Hasan, wafat di Madura 1630 M / 1039 H, memiliki anak yaitu:
30. As-Sayyid Abdul Wahid Azmatkhan (Pangeran Dipakusuma (Suami Ke-1) / Menantu Susuhunan Abdurrahman Khalifatul Mukminin Sayyidul Imam (Pendiri Kesultanan Palembang Darussalam, menikah dengan putrinya yang bernama Raden Ayu Dipakusuma binti Susuhunan Abdurrahman Khalifatul Mukminin Sayyidul Imam, Sayyid Abdul Wahid adalah Suami Ke-1 dari Raden Ayu Dipa Kesuma, Pernikahan hanya berlangsung singkat, yaitu 2 tahun. Sedangkan setelah bercerai hidup dan selesai massa iddahnya, Raden Ayu dipakusuma menikah untuk kedua kalinya dengan Pangeran Dipakusuma (suami Ke-2) bin Pangeran Sedo Ing Rejek bin Pangeran Sedo Ing Pasarean). Adapun As-Sayyid Abdul Wahid Azmatkhan (pangeran Dipakusuma – Suami Pertama), Wafat di Palembang (saat Pulang dari Makkah dan singgah di Palembang< pada tahun 1712 M / 1124 H, dan jasad beliau di bawa ke Madura dimakamkan di Pemakaman Waliyullah Pangeran Ketandhur Bangkal, Bangkalan, Madura. As-Sayyid Abdul Wahid Azmatkhan memiliki anak yaitu:
31. As-Sayyid Hasan Azmatkhan (Pangeran Dipakusuma II, gelar ini dipakai untuk mengingatkan bahwa ia masih putera dari Raden Ayu Dipa Kesuma bin Susuhanan Abdurrahman Sunan Candi Walang dari pernikahan pertamanya dengan As-Sayyid Abdul Wahid Azmatkhan (Pangeran Dipakusuma (Suami Ke-1) ), sejak tahun 1779 M As-Sayyid Hasan Azmatkhan tercatat sebagai Imam Masjidil Haram Makkah Mukarramah, ia menikah dengan Putri Hijaz Al-Hasani, yaitu Sharifa Muzeyma binti Al-Malik Ghalib (Raja Hijaz), wafat di Makam Baqi' Madinah Munawwarah, Saudi Arabia 1814 M / 1229 H, memiliki anak yaitu:
32. As-Sayyid Sulaiman Azmatkhan (Pangeran Dipakusuma III), sejak tahun 1814 M / 1229 H tercatat sebagai Imam Masjidil Haram Makkah Mukarramah, ia menikah dengan Fathimah binti Musthofa bin Muhammad bin Ahmad bin Zaini bin Qadir bin Abdul Wahhab bin Muhammad bin Abdurrazzaq bin Ali bin Ahmad bin Ahmad Al-Mutsanna bin Muhammad bin Zakariya bin Yahya bin Muhammad bin Abi Abdillah bin Al-Hasan bin Syekh Abdul Qadir Al-Jailani Al-Hasani[4], wafat di Madinah Munawwarah, Saudi Arabia 1834 M / 1250 H, memiliki anak yaitu:
33. As-Sayyid Makkiy Azmatkhan (Mufti Besar Hijaz dari Pemerintahan Amir 'Abdullah Kamil Pasha bin Muhammad), sejak tahun 1834 M / 1250 H tercatat sebagai Imam Masjidil Haram Makkah Al-Mukarramah, ia menikah dengan Maryam (puteri Ke-2) binti Imam Nawawi Al-Bantani Azmatkhan (dan hidup di Makkah), wafat di Madinah Al-Munawwarah, 1877 M / 1294 H, memiliki anak yaitu:
As-Sayyid Makkiy Azmatkhan adalah Suami Pertama dari Maryam binti Imam Nawawi Al-Bantani, karena setelah bercerai hidup, Maryam binti Imam Nawawi menikah ke-2 kalinya dengan KH. Asro'i Bawean.
As-Sayyid Makkiy Azmatkhan melahirkan anak bernama:
34. As-Sayyid Mujtaba Azmatkhan (Pangeran Macan Putih I/ Sultan Blambangan Islam/ Sultan Tawang Alun), menikah dengan putri bungsu Pangeran Diponegoro, yaitu Raden Ayu Putri Muna Adimah Ash-Shugra Azmatkhan binti Pangeran Diponegoro. Menurut riwayat Ada 2 nama Putri Pangeran Diponegoro yang bernama Putri Muna Adima, yaitu:
a. Raden Ayu Putri Muna Adimah Ash-Kubra dari Puteri Pangeran Diponegoro yang berasal dari Isteri Jawa.
b. Raden Ayu Putri Muna Adimah Ash-Sughra dari Isteri Pangeran Diponegoro yang berasal dari Isteri Makasar. Yang kedua ini menikah dengan Sayyid Mujtaba. Sayyid Mujtaba wafat di Banyuwangi 1897 M / 1315 H, memiliki anak yaitu:
35. As-Sayyid Mushthafa Azmatkhan (Pangeran Macan Putih II), menikah dengan Syarifah Hamatun Mujahidah (Hamatun II) binti Imam Bonjol, wafat di Banyuwangi 1917 M / 1335 H, memiliki anak yaitu:
36. As-Sayyid Abdurrazzaq Azmatkhan (Pangeran Macan Putih III), menikah dengan Ummu Banin binti Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi Azmatkhan, wafat di Banyuwangi 1937 M / 1356 H, memiliki anak yaitu:
37. As-Sayyid Bahruddin Azmatkhan (Panembahan Wali Qutub II), menikah dengan Amnah binti Munir bin Siraj bin Abdullah Faqih Azmatkhan, wafat di Banyuwangi 1992 M / 1413 H, memiliki anak yaitu:
38. As-Sayyid Muhammad Misbah Azmatkhan (Pangeran Tawang Alun II), menikah dengan Syarifah Ummul Khoir Salmah Diponegoro Azmatkhan binti Muhammad Mubin Azmatkhan.
39. As-Sayyid Shohibul Faroji Azmatkhan (Syekh Mufti Pangeran Penghulu Nata Agama / Mufti Besar Kesultanan Palembang Darussalam pada Pemerintahan Sultan Iskandar Mahmud Badaruddin).
Referensi:
1. As-Sayyid Abdurrahman bin Muhammad bin Husain Al-Masyhur, Syamsuzh Zhahirah, Penerbit. Mathba'ah Mulia Al-Attasiyyah, Surabaya, 1954, halaman 1-65
2. As-Sayyid Bahruddin Azmatkhan, Kitab Al-Mausuu'ah Li Ansaabi Al-Imam Al-Husaini, Penerbit Madawis, Jakarta, halaman 63
3. Catatan Nasab dari Kerajaan Hijaz, Saudi Arabia, pada tahun 1878
4. Catatan Nasab dari Kesultanan Bangkalan
5. Pohon Nasab Keluarga Shohibul Faroji Azmatkhan, yang diserahkan dan simpan di Keraton Kesultanan Palembang, dalam lembaran kertas ukuran A0, disimpan dan dipegang oleh Sultan Iskandar Mahmud Badaruddin.

9. Nyai Kajoran - December 23, 2014

INI ADALAH COPY RANJI SILSILAH KELUARGA BESAR SUNAN TEMBAYAT YG DI PEGANG KLRG KAMI ………. RANJI SILSILAH INI ASLINYA DI TULIS DGN HURUF PEGON DAN HURUF JAWA KAWI DIATAS KULIT KAMBING ……………
RANJI SILSILAH INI MEMATAHKAN KLAIM FAROJI BAHWA JALUR PEREMPUAN DIA DARI KLRG BESAR SUNAN TEMBAYAT ………..
DALAM CATATAN SEJARAH KELUARGA BESAR SUNAN TEMBAYAT TIDAK ADA NAMA DEWI PANDANARAN BINTI SUNAN TEMBAYAT II / SUNAN PANDANARAN II / BUPATI SEMARANG KE II. YANG HIDUP TAHUN 1610 – AN , DAN TIDAK ADA MENANTU SUNAN TEMBAYAT BERNAMA PANGERAN KETANDUR BANGKAL SUMENEP.
SECARA TIDAK LANGSUNG SILSILAH NASAB FAROJI YG BANYAK DISEBARB LUASKAN DI INTERNET PUN TERTOLAK DGN SENDIRI NYA. SO PUTRA PUTRI SUNAN TEMBAYAT HIDUP PADA JAMAN SUNAN KALIJAGA DAN RADEN PATAH DEMAK YAITU DI ABAD 14 BUKAN ABAD 16 SEPERTI KLAIM FAROJI …………………………….
=========> Ini adalah potongan nasab & penjelasan Faroji YG TERTOLAK oleh ranji silsilah klrg besar Sunan Tembayat yg kami pegang.
28. As-Sayyid Ahmad Baidhawi Azmatkhan (Pangeran Ketandhur Bangkal), menikah dengan Dewi Pandanaran binti Ki Ageng Pandanaran II alias Sunan Tembayat alias Bupati Semarang II, wafat di Sumenep Jawa Timur 1610 M / 1019 H, memiliki anak yaitu:
29. As-Sayyid Yusuf Azmatkhan (Pangeran Waliyul Ilmi), menikah dengan Fathimah binti Yusuf Anggawi Al-Hasan, wafat di Madura 1630 M / 1039 H, memiliki anak yaitu:
30. As-Sayyid Abdul Wahid Azmatkhan (Pangeran Dipakusuma (Suami Ke-1) / Menantu Susuhunan Abdurrahman Khalifatul Mukminin Sayyidul Imam (Pendiri Kesultanan Palembang Darussalam, menikah dengan putrinya yang bernama Raden Ayu Dipakusuma binti Susuhunan Abdurrahman Khalifatul Mukminin Sayyidul Imam, Sayyid Abdul Wahid adalah Suami Ke-1 dari Raden Ayu Dipa Kesuma, Pernikahan hanya berlangsung singkat, yaitu 2 tahun. Sedangkan setelah bercerai hidup dan selesai massa iddahnya, Raden Ayu dipakusuma menikah untuk kedua kalinya dengan Pangeran Dipakusuma (suami Ke-2) bin Pangeran Sedo Ing Rejek bin Pangeran Sedo Ing Pasarean). Adapun As-Sayyid Abdul Wahid Azmatkhan (pangeran Dipakusuma – Suami Pertama), Wafat di Palembang (saat Pulang dari Makkah dan singgah di Palembang< pada tahun 1712 M / 1124 H, dan jasad beliau di bawa ke Madura dimakamkan di Pemakaman Waliyullah Pangeran Ketandhur Bangkal, Bangkalan, Madura. As-Sayyid Abdul Wahid Azmatkhan memiliki anak yaitu:
31. As-Sayyid Hasan Azmatkhan (Pangeran Dipakusuma II, gelar ini dipakai untuk mengingatkan bahwa ia masih putera dari Raden Ayu Dipa Kesuma bin Susuhanan Abdurrahman Sunan Candi Walang dari pernikahan pertamanya dengan As-Sayyid Abdul Wahid Azmatkhan (Pangeran Dipakusuma (Suami Ke-1) ), sejak tahun 1779 M As-Sayyid Hasan Azmatkhan tercatat sebagai Imam Masjidil Haram Makkah Mukarramah, ia menikah dengan Putri Hijaz Al-Hasani, yaitu Sharifa Muzeyma binti Al-Malik Ghalib (Raja Hijaz), wafat di Makam Baqi' Madinah Munawwarah, Saudi Arabia 1814 M / 1229 H, memiliki anak yaitu:
32. As-Sayyid Sulaiman Azmatkhan (Pangeran Dipakusuma III), sejak tahun 1814 M / 1229 H tercatat sebagai Imam Masjidil Haram Makkah Mukarramah, ia menikah dengan Fathimah binti Musthofa bin Muhammad bin Ahmad bin Zaini bin Qadir bin Abdul Wahhab bin Muhammad bin Abdurrazzaq bin Ali bin Ahmad bin Ahmad Al-Mutsanna bin Muhammad bin Zakariya bin Yahya bin Muhammad bin Abi Abdillah bin Al-Hasan bin Syekh Abdul Qadir Al-Jailani Al-Hasani[4], wafat di Madinah Munawwarah, Saudi Arabia 1834 M / 1250 H, memiliki anak yaitu:
33. As-Sayyid Makkiy Azmatkhan (Mufti Besar Hijaz dari Pemerintahan Amir 'Abdullah Kamil Pasha bin Muhammad), sejak tahun 1834 M / 1250 H tercatat sebagai Imam Masjidil Haram Makkah Al-Mukarramah, ia menikah dengan Maryam (puteri Ke-2) binti Imam Nawawi Al-Bantani Azmatkhan (dan hidup di Makkah), wafat di Madinah Al-Munawwarah, 1877 M / 1294 H, memiliki anak yaitu:
As-Sayyid Makkiy Azmatkhan adalah Suami Pertama dari Maryam binti Imam Nawawi Al-Bantani, karena setelah bercerai hidup, Maryam binti Imam Nawawi menikah ke-2 kalinya dengan KH. Asro'i Bawean.
As-Sayyid Makkiy Azmatkhan melahirkan anak bernama:
34. As-Sayyid Mujtaba Azmatkhan (Pangeran Macan Putih I/ Sultan Blambangan Islam/ Sultan Tawang Alun), menikah dengan putri bungsu Pangeran Diponegoro, yaitu Raden Ayu Putri Muna Adimah Ash-Shugra Azmatkhan binti Pangeran Diponegoro. Menurut riwayat Ada 2 nama Putri Pangeran Diponegoro yang bernama Putri Muna Adima, yaitu:
a. Raden Ayu Putri Muna Adimah Ash-Kubra dari Puteri Pangeran Diponegoro yang berasal dari Isteri Jawa.
b. Raden Ayu Putri Muna Adimah Ash-Sughra dari Isteri Pangeran Diponegoro yang berasal dari Isteri Makasar. Yang kedua ini menikah dengan Sayyid Mujtaba. Sayyid Mujtaba wafat di Banyuwangi 1897 M / 1315 H, memiliki anak yaitu:
35. As-Sayyid Mushthafa Azmatkhan (Pangeran Macan Putih II), menikah dengan Syarifah Hamatun Mujahidah (Hamatun II) binti Imam Bonjol, wafat di Banyuwangi 1917 M / 1335 H, memiliki anak yaitu:
36. As-Sayyid Abdurrazzaq Azmatkhan (Pangeran Macan Putih III), menikah dengan Ummu Banin binti Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi Azmatkhan, wafat di Banyuwangi 1937 M / 1356 H, memiliki anak yaitu:
37. As-Sayyid Bahruddin Azmatkhan (Panembahan Wali Qutub II), menikah dengan Amnah binti Munir bin Siraj bin Abdullah Faqih Azmatkhan, wafat di Banyuwangi 1992 M / 1413 H, memiliki anak yaitu:
38. As-Sayyid Muhammad Misbah Azmatkhan (Pangeran Tawang Alun II), menikah dengan Syarifah Ummul Khoir Salmah Diponegoro Azmatkhan binti Muhammad Mubin Azmatkhan.
39. As-Sayyid Shohibul Faroji Azmatkhan (Syekh Mufti Pangeran Penghulu Nata Agama / Mufti Besar Kesultanan Palembang Darussalam pada Pemerintahan Sultan Iskandar Mahmud Badaruddin).
Referensi:
1. As-Sayyid Abdurrahman bin Muhammad bin Husain Al-Masyhur, Syamsuzh Zhahirah, Penerbit. Mathba'ah Mulia Al-Attasiyyah, Surabaya, 1954, halaman 1-65
2. As-Sayyid Bahruddin Azmatkhan, Kitab Al-Mausuu'ah Li Ansaabi Al-Imam Al-Husaini, Penerbit Madawis, Jakarta, halaman 63
3. Catatan Nasab dari Kerajaan Hijaz, Saudi Arabia, pada tahun 1878
4. Catatan Nasab dari Kesultanan Bangkalan
5. Pohon Nasab Keluarga Shohibul Faroji Azmatkhan, yang diserahkan dan simpan di Keraton Kesultanan Palembang, dalam lembaran kertas ukuran A0, disimpan dan dipegang oleh Sultan Iskandar Mahmud Badaruddin.

10. Nyai Kajoran - December 23, 2014

INI ADALAH COPY RANJI SILSILAH KELUARGA BESAR SUNAN TEMBAYAT YG DI PEGANG KLRG KAMI ………. RANJI SILSILAH INI ASLINYA DI TULIS DGN HURUF PEGON DAN HURUF JAWA KAWI DIATAS KULIT KAMBING ……………
RANJI SILSILAH INI MEMATAHKAN KLAIM FAROJI BAHWA JALUR PEREMPUAN DIA DARI KLRG BESAR SUNAN TEMBAYAT ………..
DALAM CATATAN SEJARAH KELUARGA BESAR SUNAN TEMBAYAT TIDAK ADA NAMA DEWI PANDANARAN BINTI SUNAN TEMBAYAT II / SUNAN PANDANARAN II / BUPATI SEMARANG KE II. YANG HIDUP TAHUN 1610 – AN , DAN TIDAK ADA MENANTU SUNAN TEMBAYAT BERNAMA PANGERAN KETANDUR BANGKAL SUMENEP.
SECARA TIDAK LANGSUNG SILSILAH NASAB FAROJI YG BANYAK DISEBARB LUASKAN DI INTERNET PUN TERTOLAK DGN SENDIRI NYA. SO PUTRA PUTRI SUNAN TEMBAYAT HIDUP PADA JAMAN SUNAN KALIJAGA DAN RADEN PATAH DEMAK YAITU DI ABAD 14 BUKAN ABAD 16 SEPERTI KLAIM FAROJI …………………………….
=========> Ini adalah potongan nasab & penjelasan Faroji YG TERTOLAK oleh ranji silsilah klrg besar Sunan Tembayat yg kami pegang.
28. As-Sayyid Ahmad Baidhawi Azmatkhan (Pangeran Ketandhur Bangkal), menikah dengan Dewi Pandanaran binti Ki Ageng Pandanaran II alias Sunan Tembayat alias Bupati Semarang II, wafat di Sumenep Jawa Timur 1610 M / 1019 H, memiliki anak yaitu:
29. As-Sayyid Yusuf Azmatkhan (Pangeran Waliyul Ilmi), menikah dengan Fathimah binti Yusuf Anggawi Al-Hasan, wafat di Madura 1630 M / 1039 H, memiliki anak yaitu:
30. As-Sayyid Abdul Wahid Azmatkhan (Pangeran Dipakusuma (Suami Ke-1) / Menantu Susuhunan Abdurrahman Khalifatul Mukminin Sayyidul Imam (Pendiri Kesultanan Palembang Darussalam, menikah dengan putrinya yang bernama Raden Ayu Dipakusuma binti Susuhunan Abdurrahman Khalifatul Mukminin Sayyidul Imam, Sayyid Abdul Wahid adalah Suami Ke-1 dari Raden Ayu Dipa Kesuma, Pernikahan hanya berlangsung singkat, yaitu 2 tahun. Sedangkan setelah bercerai hidup dan selesai massa iddahnya, Raden Ayu dipakusuma menikah untuk kedua kalinya dengan Pangeran Dipakusuma (suami Ke-2) bin Pangeran Sedo Ing Rejek bin Pangeran Sedo Ing Pasarean). Adapun As-Sayyid Abdul Wahid Azmatkhan (pangeran Dipakusuma – Suami Pertama), Wafat di Palembang (saat Pulang dari Makkah dan singgah di Palembang< pada tahun 1712 M / 1124 H, dan jasad beliau di bawa ke Madura dimakamkan di Pemakaman Waliyullah Pangeran Ketandhur Bangkal, Bangkalan, Madura. As-Sayyid Abdul Wahid Azmatkhan memiliki anak yaitu:
31. As-Sayyid Hasan Azmatkhan (Pangeran Dipakusuma II, gelar ini dipakai untuk mengingatkan bahwa ia masih putera dari Raden Ayu Dipa Kesuma bin Susuhanan Abdurrahman Sunan Candi Walang dari pernikahan pertamanya dengan As-Sayyid Abdul Wahid Azmatkhan (Pangeran Dipakusuma (Suami Ke-1) ), sejak tahun 1779 M As-Sayyid Hasan Azmatkhan tercatat sebagai Imam Masjidil Haram Makkah Mukarramah, ia menikah dengan Putri Hijaz Al-Hasani, yaitu Sharifa Muzeyma binti Al-Malik Ghalib (Raja Hijaz), wafat di Makam Baqi' Madinah Munawwarah, Saudi Arabia 1814 M / 1229 H, memiliki anak yaitu:
32. As-Sayyid Sulaiman Azmatkhan (Pangeran Dipakusuma III), sejak tahun 1814 M / 1229 H tercatat sebagai Imam Masjidil Haram Makkah Mukarramah, ia menikah dengan Fathimah binti Musthofa bin Muhammad bin Ahmad bin Zaini bin Qadir bin Abdul Wahhab bin Muhammad bin Abdurrazzaq bin Ali bin Ahmad bin Ahmad Al-Mutsanna bin Muhammad bin Zakariya bin Yahya bin Muhammad bin Abi Abdillah bin Al-Hasan bin Syekh Abdul Qadir Al-Jailani Al-Hasani[4], wafat di Madinah Munawwarah, Saudi Arabia 1834 M / 1250 H, memiliki anak yaitu:
33. As-Sayyid Makkiy Azmatkhan (Mufti Besar Hijaz dari Pemerintahan Amir 'Abdullah Kamil Pasha bin Muhammad), sejak tahun 1834 M / 1250 H tercatat sebagai Imam Masjidil Haram Makkah Al-Mukarramah, ia menikah dengan Maryam (puteri Ke-2) binti Imam Nawawi Al-Bantani Azmatkhan (dan hidup di Makkah), wafat di Madinah Al-Munawwarah, 1877 M / 1294 H, memiliki anak yaitu:
As-Sayyid Makkiy Azmatkhan adalah Suami Pertama dari Maryam binti Imam Nawawi Al-Bantani, karena setelah bercerai hidup, Maryam binti Imam Nawawi menikah ke-2 kalinya dengan KH. Asro'i Bawean.
As-Sayyid Makkiy Azmatkhan melahirkan anak bernama:
34. As-Sayyid Mujtaba Azmatkhan (Pangeran Macan Putih I/ Sultan Blambangan Islam/ Sultan Tawang Alun), menikah dengan putri bungsu Pangeran Diponegoro, yaitu Raden Ayu Putri Muna Adimah Ash-Shugra Azmatkhan binti Pangeran Diponegoro. Menurut riwayat Ada 2 nama Putri Pangeran Diponegoro yang bernama Putri Muna Adima, yaitu:
a. Raden Ayu Putri Muna Adimah Ash-Kubra dari Puteri Pangeran Diponegoro yang berasal dari Isteri Jawa.
b. Raden Ayu Putri Muna Adimah Ash-Sughra dari Isteri Pangeran Diponegoro yang berasal dari Isteri Makasar. Yang kedua ini menikah dengan Sayyid Mujtaba. Sayyid Mujtaba wafat di Banyuwangi 1897 M / 1315 H, memiliki anak yaitu:
35. As-Sayyid Mushthafa Azmatkhan (Pangeran Macan Putih II), menikah dengan Syarifah Hamatun Mujahidah (Hamatun II) binti Imam Bonjol, wafat di Banyuwangi 1917 M / 1335 H, memiliki anak yaitu:
36. As-Sayyid Abdurrazzaq Azmatkhan (Pangeran Macan Putih III), menikah dengan Ummu Banin binti Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi Azmatkhan, wafat di Banyuwangi 1937 M / 1356 H, memiliki anak yaitu:
37. As-Sayyid Bahruddin Azmatkhan (Panembahan Wali Qutub II), menikah dengan Amnah binti Munir bin Siraj bin Abdullah Faqih Azmatkhan, wafat di Banyuwangi 1992 M / 1413 H, memiliki anak yaitu:
38. As-Sayyid Muhammad Misbah Azmatkhan (Pangeran Tawang Alun II), menikah dengan Syarifah Ummul Khoir Salmah Diponegoro Azmatkhan binti Muhammad Mubin Azmatkhan.
39. As-Sayyid Shohibul Faroji Azmatkhan (Syekh Mufti Pangeran Penghulu Nata Agama / Mufti Besar Kesultanan Palembang Darussalam pada Pemerintahan Sultan Iskandar Mahmud Badaruddin).
Referensi:
1. As-Sayyid Abdurrahman bin Muhammad bin Husain Al-Masyhur, Syamsuzh Zhahirah, Penerbit. Mathba'ah Mulia Al-Attasiyyah, Surabaya, 1954, halaman 1-65
2. As-Sayyid Bahruddin Azmatkhan, Kitab Al-Mausuu'ah Li Ansaabi Al-Imam Al-Husaini, Penerbit Madawis, Jakarta, halaman 63
3. Catatan Nasab dari Kerajaan Hijaz, Saudi Arabia, pada tahun 1878
4. Catatan Nasab dari Kesultanan Bangkalan
5. Pohon Nasab Keluarga Shohibul Faroji Azmatkhan, yang diserahkan dan simpan di Keraton Kesultanan Palembang, dalam lembaran kertas ukuran A0, disimpan dan dipegang oleh Sultan Iskandar Mahmud Badaruddin.

11. Muhammad Dawud - March 29, 2015

ingin tnya ttg fam azmatkhan, ibu jaka tingkir, apa benar nyai ratu mandoko binti sunan kalijaga ya? soalnya sya pernah nulis juga, tpi kurang yakin,, http://politik.kompasiana.com/2015/01/15/sanggahan-untuk-klaim-mas-kusdiono-ttg-jokowi-keturunan-habib-716978.html

anandakemas - April 17, 2015

Mohon maaf, saya tidak bisa mengomentari hal-hal yang diluar pengetahuan saya.

Terimakasih

12. jajasubagja - May 9, 2016

Assalamu alaikum saudara saudara ku………. kalau memang saudara tau silsilah sunan pandanaran II minta tolong,penjelasan Ray Biting/panembahan agung Kajoran terima kasih wassalam


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: